Telkomsel Janji akan Penuhi Sinyal Semua Wilayah Terisolir

Pelatihan Operator PLIK di Mataram, Rabu 27 Mei 2015. /ydin Aktualita.info, BIMA – Pelatihan Operator Pelayanan Internet Kecamatan (P...

Pelatihan Operator PLIK di Mataram, Rabu 27 Mei 2015. /ydin

Aktualita.info, BIMA – Pelatihan Operator Pelayanan Internet Kecamatan (PLIK) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) NTB di Giri Hotel Mataram, 27 Mei 2015 lalu, sangat menambah wawasan. Selain pemahaman serta pemanfaatan teknologi informasi, peserta juga bisa berbagi informasi terhadap kondisi riil di daerah masing-masing. Tentu dalam hal ini terkait adanya beberapa wilayah pedesaan yang memang masih terisolir sinyal telekomunikasi.

Di era globalisasi saat ini, persaingan dalam memanfaatkan dunia informasi dan teknologi (IT) untuk berkampanye, menjadi catatan penting bagi peserta untuk diterapkan di daerah masing-masing. Sehingga melalui media sosial (Medsos) tersebut, kita lebih mudah mempromosi potensi-potensi daerah yang akan menjadi magnet bagi masyarakat Nasional maupun International untuk datang dan melirik potensi di daerah itu sendiri. Tentu lewat kampanye maupun mempublikasikan beragam virus kebaikan yang disampaikan melalui dunia ITE tersebut, sangat bermanfaat dan mendorong lajunya pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat di daerah itu sendiri.

Mengoceh dan menjelek-jelekan orang lain, bukan lagi zaman khususnya bagi pegiat media sosial terutama sebagai pemerhati kemajuan daerahnya. Meski ada beberapa hal urgen untuk dipublikasikan, tentu kita perlu memperhatikan dampak buruk serta mentaati aturan main sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Mengulas kembali catatan yang didapatkan lewat kegiatan di Mataram, ada persoalan yang menjadi aspirasi dan harapan besar bagi masyarakat pelosok desa di Kabupaten Bima, khususnya terkait jangkauan sinyal telekomunikasi. Hal-hal ini tak semestinya menjadi beban penuh pemerintah daerah. Melainkan kita sebagai masyarakat juga memiliki peran untuk memperjuangkan kepentingan publik selama kesempatan itu ada.

Dalam pelatihan tersebut, tentu menghadirkan narasumber yang membidangi dunia IT. Seperti Bidang Pos dan Telekomunikasi (Postel), Manager PT Telkomsel Wilayah NTB, Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi (SKDI), Derktur InfoLombok serta pendiri Komunitas Kampung Media NTB.

Pada kesempatan dialog terbuka, kami menyampaikan bahwa di Kabupaten Bima, masih ada wilayah kecamatan dan desa yang terisolir frekwensi (sinyal) telekomunikasi. Apalagi, diperkirakan 99 persen masyarakat Bima menggunakan GSM Telkomsel. Berawal dari Kecamatan Tambora, sebagian besar di wilayah tersebut terisolir sinyal HP. Sedangkan di Kecamatan Madapangga, dari 10 desa yang ada, hanya satu desa yang sampai sekarang belum dijangkau sinyal telekomunikasi, yaitu Desa Campa Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Sementara di Kecamatan Ambalawi, diketahui hanya satu desa yang dapat dijangkau oleh sinyal yaitu Telkomsel. Di Wilayah Langgudu, Desa Pusu dan Sarae Kabupaten Bima juga mengalami hal yang sama. Begitu pula di Kecamatan Soromandi yaitu di Desa Sampungu dan sebagian besar pelosok Desa Sai mengalami hal yang sama. Dari penyampaian aspirasi yang diawali oleh kami saat itu, ternyata juga dialami oleh beberapa pelosok desa lainnya di sejumlah daerah Provinsi NTB.

Manager Bidang Organisasi PT Telkomsel Wilayah NTB Wiboko saat dialog, menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan mitra komunitas kampung media. Bahkan ia berjanji akan melakukan survei langsung ke lapangan pada beberapa lokasi yang terisolir sinyal telekomunikasi. “Dalam beberapa minggu ke depan, kita akan turun survei lapangan,” janji Wiboko setelah mendapat pemaparan dari beberapa peserta pelatihan saat itu.

Kesiapan pihak PT Telkomsel Wilayah NTB saat itu, seakan memberikan angin segar bagi kami, terutama bagi masyarakat Kabupaten Bima khususnya yang bermukim di pelosok desa terisolir dari sinyal telekomunikasi. Janji pihak pengelola perusahan BUMN tersebut, seiring pula eksisnya PT Telkomsel, satu-satunya GSM yang mampu menyediakan sinyal komunikasi saat kehadiran Presiden RI Joko Widodo dalam kegiatan Tambora Menyapa Dunia (TMD) di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Sabtu 11 April 2015 lalu.

[yadin]

Related

Ragam 5554559252544749356

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item