Warga Dua Desa di Bima Bersitegang, Satu Korban Tewas, Satu Terluka

Korban seorang warga dari Desa Laju saat mendapat penanganan medis RSUD Bima. [syf]  AKTUALITA.INFO , Bima – Dua kelompok warga antar...

Korban seorang warga dari Desa Laju saat mendapat penanganan medis RSUD Bima. [syf] 

AKTUALITA.INFO, Bima – Dua kelompok warga antara Desa Laju, Kecamatan Langgudu dan Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersitegang, Selasa 9 Mei 2017.

Ketegangan antar dua desa itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Akibatnya, satu korban tewas. Sedangkan satu warga lain mengalami luka-luka.

Ketegangan dua desa bertetangga ini dipicu akibat aksi pembacokan terhadap warga Desa Laju saat mencari pelaku pencurian Handphone di Desa Tolouwi, beberapa hari lalu. Korban yang belum diketahui identintasnya itu harus dilarikan ke RSUD Bima.

Aksi pembacokan ini rupanya membias dan memicu ketegangan warga antar kampung. Tidak terima dengan tindakan pembacokan itu, ratusan warga Desa Laju melakukan aksi pembalasan dengan mencoba menyerang warga Desa Tolouwi.

Aksi penyerangan warga tersebut dilengkapi dengan senjata tajam, seperti panah, parang dan tombak. Namun, aksi mereka berhasil dihadang aparat di Desa Sondo, Kecamatan Monta, ketika hendak merangsek masuk desa lawan.

Dilokasi kejadian, Kebag Ops Kompol Muslih yang memimpin pasukan mengimbau warga yang hendak bentrok agar menahan diri. Namun, imbauan polisi rupanya tidak diindahkan sekelompok warga. Mereka tetap ngotot dan berusaha menerobos blokade aparat.

Untuk meredamkan aksi massa, petugas yang berjaga terpaksa melakukan pembubaran paksa sambil melepas tembakan ke udara. Namun tembakan peringatan itu dibalas lemparan batu oleh warga.

Tak berlangsung lama, warga akhirnya pasrah setelah mendengar salah seorang rekannya terjatuh saat polisi terus melepaskan tembakan. Warga kemudian berhasil dipukul mundur.

Korban yang terjatuh saat dibubar paksa aparat diketahui bernama Ovaradinsyah (16), warga Desa Laju. Pelajar kelas I SMA ini mengalami luka robek dibagian kepala hingga menyebabkan korban meninggal.

Ovardiansyah sempat dievakuasi ke Puskesmas Tangga. Namun, lantaran tak bisa ditangani, korban kemudian dibawah ke RSUD Bima untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut. Sayangnya, nyawah korban tak tertolong lagi.

Anwar (32), keluarga korban menduga anak yatim itu tertembak peluru dari arah petugas saat memukul mundur warga yang hendak melakukan penyerangan.

"Kami menduga korban jatuh karena ditembak. Belum lagi ada korban lain yang babak belur dihajar polisi pake senjata, termasuk ada dua perempuan yang diinjak-injak,"kata Anwar di RSUD Bima, Selasa malam.

Sedangkan tim medis yang ditemui saat korban dirawat mengaku belum bisa memastikan penyebab korban terluka. Pihak rumah sakit beralasan belum sempat melakukan ronsen lantaran kondisi korban yang tidak stabil.

"Saat dibawah memang terlihat ada luka robek dibagian kepala sebelah kanan. Tapi kami enggak berani pastikan korban luka tembak atau tidak, harusnya dironsen dulu. Sementara lukanya sudah dijahit," kata Nasrullah, salah satu tim medis yang menangani kepada wartawan.

Setelah beberapa jam dirawat intensif, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 21.55 Wita di RSUD Bima. Jenazah korban lalu dipulangkan dengan mobil ambulans ke rumah duka di Desa Laju, sekitar pukul 23.43 Wita. Sedangkan satu korban yang mengalami luka-luka masih dirawat intensif diruang UGD ruma sakit setempat.

Sementara itu, Kapolres Bima AKBP Eka Fatur Rahman SIK membatah adanya tindakan represif anggotanya saat membubarkan massa, sehingga menyebabkan salah satu korban meninggal. Eka berujar, korban alami luka akibat terjatuh saat dipukul mundur aparat. "Korban jatuh saat dibubarkan, bukan kena peluru,"kata Eka.

Dia mengaku, situasi dilokasi bentrok sudah kondusif. Dua kelompok warga yang bentrok sudah menahan diri dan kembali ke desanya masing-masing. "Siatuasi sudah aman. Warga Laju sudah kami pukul mundur ke desanya," tutur Eka.

[syf]

Related

Hukrim 7114700869416332330

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item