Budaya Kerja Dibalik Saremba Tembe

Bupati dan Wakil Bupati Dompu bersama Kapolres pose bersama sesaat sebelum kegiatan Katente dan Saremba Tembe dimulai. [yani] AKTUALITA...

Bupati dan Wakil Bupati Dompu bersama Kapolres pose bersama sesaat sebelum kegiatan Katente dan Saremba Tembe dimulai. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Masyarakat suku Mbojo adalah masyarakat yang mendiami Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Suku Mbojo saat ini terbagi kedalam tiga wilayah administrasi pemerintahan yaitu Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Jika menilik pada informasi kesejarahan, suku Mbojo bukanlah masyarakat baru atau suku yang baru diketahui keberadaannya, namun suku Mbojo adalah suku yang sejak lama sudah dikenal luas dan eksis dalam peradaban kehidupan manusia.

Baca juga: Puluhan Ribu Masyarakat Dompu Padati Lapangan Beringin

Tidak ada perbedaan yang mencolok dari masyarakat yang berbeda wilayah geografis tersebut, karena memang dasarnya berasal satu kesatuan kehidupan dan tatanan nilai sosial yang sama, baik dalam aspek bahasa, adat istiadat maupun budaya.

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, suku Mbojo memiliki nilai-nilai luhur yang dipegang teguh hingga saat ini. Beberapa nilai luhur yang dipegang adalah Nggahi Rawi Pahu yang menjadi pusaka sekaligus icon masyarakat Kabupaten Dompu, Maja Labo Dahu dan Ngaha Aina Ngoho merupakan icon bagi masyarakat Bima dan Kota Bima.

Esensinya, ketiga semboyan daerah diatas mengandung nilai filosofis yang tinggi dalam kehidupan sosial budaya, terutama erat kaitannya dalam budaya kerja. "Nggahi Rawi Pahu" merupakan satunya kata dan perbuatan kemudian disertai adanya hasil karya. "Ngaha Aina Ngoho" sesuatu boleh dimakan atau digarap namun jangan dihabiskan semua. Sedangkan "Maja Labo Dahu" secara bahasa memiliki arti malu dan takut.

Dalam keseharian budaya kerja masyarakat Dompu dan Bima terutama yang berprofesi sebagai petani dan peternak, Saremba Tembe Nggoli merupakan ciri khas sekaligus menandakan seseorang pekerja keras. Saremba adalah memakai sarung seperti selempangan. Tembe Nggoli adalah sarung khas masyarakat Dompu dan Bima.

Pakaian saremba tembe punya banyak makna dan maksud. Makna paling populer saremba menandakan seseorang pekerja keras dan pantang menyerah. Dibalik makna, ada maksud sehingga seseorang ketika bekerja mengenakan sarung dengan model saremba. Jika suatu pekerjaan ingin diselesaikan dengan cepat, maka sarung harus diselempangkan bukan disarungin.

Selain itu, untuk menghindari sarung yang dikenakan dari najis, maka harus diselempangkan, karena sarung yang dikenakan juga bermanfaat untuk beribadah shalat.

Hal lainnya kenapa seseorang harus membawa sarung dan mengenakan seperti salempang, karena usai bekerja, ketika pulang, sarung selempangan tersebut berfungsi sebagai tas untuk menaruh sayur sayuran.

Selain saremba sebagai sebuah budaya, dikalangan masyarakat Dompu dan Bima juga dikenal namanya Nggondo. Nggondo adalah memakai sarung dengan cara mengalungkan. Namun kebiasaan nggondo pertanda seseorang yang malas bekerja.

[yani/*]

Related

Sudut Pandang 7604780746575987447

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item