Dua Jam Berorasi, Tidak juga Ditemui, HMI Sweeping Kajari Dompu

Suasana saat HMI memeriksa keberadaan Kajari Dompu di ruangannya. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Caba...

Suasana saat HMI memeriksa keberadaan Kajari Dompu di ruangannya. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, yang menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 9 November 2016, melakukan sweeping terhadap Kepala Kejari (Kajari) Dompu Hasan Kurnia.

Sudah dua jam berorasi di halaman Kejari Dompu, HMI yang meminta Kajari Hasan Kurnia untuk menemui mereka dan melakukan dialog, namun tidak kunjung datang menemui.

Informasi dari pihak Kejaksaan menyebutkan bahwa Kajari sedang berada di luar kota untuk urusan dinas. Informasi tersebut tidak diterima mentah-mentah oleh HMI. Mereka ingin masuk melihat sendiri ke dalam kantor Kejaksaan, untuk membuktikan kebenarannya.

Keinginan HMI disetujui pihak Kejaksaan dan diamini oleh negosiator Polres Dompu yang mengawal jalannya aksi. Dikawal oleh Polisi dan staf Kejaksaan, beberapa orang utusan HMI kemudian bergegas masuk ke kantor Kejaksaan dan langsung menuju ruang kerja Kajari Hasan Kurnia untuk mengecek keberadaannya.

Terlihat pintu masih tertutup rapat dan terkunci. Utusan HMI yang dikawal aparat masuk ke ruang Kajari setelah dibukakan pintu. Kajari yang dicari pun tidak berada di tempat. Mereka akhirnya kembali bergabung dengan anggota yang menunggu di luar.

Karena Kajari tidak berada di tempat, terpaksa anggota HMI berdialog dengan Pelaksana Harian Kajari Agus Taufikurrahman. Dialog terbuka pun berlangsung dipintu gerbang Kejari.

Di hadapan HMI, Agus menyampaikan bahwa dirinya selaku Plh tidak memiliki kewenangan memberikan keputusan atau informasi yang lebih detail perihal tuntutan HMI. "Saya hanya bisa berkoordinasi dan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan HMI," jelas Agus.

Peserta aksi yang sudah kepanasan karena diselimuti teriknya matahari tidak bisa menerima begitu saja pernyataan Agus. Mereka pun meminta Agus untuk membuat surat pernyataan tertulis bahwa tuntutan mereka akan disampaikan ke Kejari, karena HMI curiga bahwa pernyataan lisan Agus bisa saja hilang di tengah jalan.

Agus bersikeras tidak mau membuat pernyataan tertulis. Negosiasi sempat alot, namun tetap berakhir walaupun keinginan para demonstran tidak diamini oleh Agus.

Karena terus didesak, pihak Kejaksaan yang diwakili oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Deddi Diliyanto pun akhirnya buka suara.

Deddi kemudian menginformasikan bahwa salah satu kasus ADD yang ditanganinya sudah masuk tahap penyidikkan yaitu ADD Desa Rababaka. "Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kasus tersebut akan tuntas," kata dia.


[yani]

Related

Headline 3772897865560854818

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item