Dinilai Lecehkan Pilar Keempat Demokrasi, Kajari Dompu Sebaiknya Minta Maaf

Demonstrasi HMI Cabang Dompu menuntut penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kejari Dompu, Kamis (27/10). Insert Kajari Dompu, Hasan ...

Demonstrasi HMI Cabang Dompu menuntut penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kejari Dompu, Kamis (27/10). Insert Kajari Dompu, Hasan Kurnia.

AKTUALITA.INFO, Dompu - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Yuliadin mengatakan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu Hasan Kurnia sebaiknya meminta maaf kepada insan pers (wartawan). Menyusul pengusiran yang dilakukannya ketika sejumlah wartawan hendak meliput audiensi pihaknya dengan HMI Cabang Dompu saat demonstrasi, Kamis (27/10/2016).


Menurut Yuliadin, Kajari harus minta maaf kepada wartawan jika saat itu kurang koordinasi atau terjadi kesalahpahaman. Ia menilai penolakan yang dilakukan Kajari dengan cara-cara yang tidak etis (mengusir), itu tidak baik. "Kalau ada kesalahan ya minta maaf supaya proses pembangunan sama-sama jalan," katanya di DPRD Dompu, Jumat (28/10/2016).

Yuliadin berujar, melarang insan pers untuk meliput dalam ruangan bisa saja dilakukan, hanya saja pada saat tertentu seperti rapat penting yang sifatnya tidak terbuka untuk umum. Tetapi jika sifatnya umum seperti ada hearing atau dialog, sebenarnya tidak masalah untuk diliput.

Sementara, Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dompu, Putra Taufan, menilai sikap Kajari terkait pengusiran wartawan yang hendak meliput audiensi tersebut adalah salahsatu pelecehan terhadap kebebasan pers.

Ia mengimbau Kajari Hasan Kurnia untuk meminta maaf. Karena insan pers merupakan salahsatu pilar demokrasi. "Itu salahsatu pelecehan terhadap kebebasan pers. Saya mengimbau kepada Kajari untuk segera meminta maaf kepada insan pers,” kata Opan, sapaan akrab Putra Taufan.

Opan menyesalkan sikap dan tindakan Kajari Hasan Kurnia. Sebagai pejabat negara, sikap tersebut tidak layak dipertontonkan. Menurutnya, jika pilar keempat demokrasi diusir dan dilecehkan, maka demokrasi di negeri ini tidak jalan. "Demokrasi ndak jalan kalau seperti itu. Kita sesalkan itu, dan ini menjadi pembelajaran bagi yang lain," ujar Opan mengingatkan.


[yani]

Related

Headline 2687963581992535425

Posting Komentar Default Comments

  1. Teruskan perjuangan mu kawan, lawan penindasan lahirkan perdamaian, pemerintah yg otoriter dgn jabatannya itu adalah fir'aun-fir'aun modern, maka kita luruskan mereka dgn pemahaman, apabila tdk bisa, kita luruskan dgn pedang.

    BalasHapus

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item