Didemo HMI, Kajari Dompu Usir Wartawan

AKTUALITA.INFO , Dompu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Nusa Tenggara Barat, Hasan Kurnia, mengusir awak media untuk melakukan pel...

AKTUALITA.INFO, Dompu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Nusa Tenggara Barat, Hasan Kurnia, mengusir awak media untuk melakukan peliputan dalam aksi demonstrasi dan dialog Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, pada hari Kamis, 27 Oktober 2016.

Kajari Dompu, Hasan Kurnia
Sikap yang terkesan arogan Kajari bermula ketika massa HMI Cabang Dompu mengajukan dialog dengan Hasan. Dalam lobi-lobi dengan aparat Kepolisian Resort Dompu selaku mediator, ditegaskan bahwa hanya tiga orang perwakilan yang diijinkan untuk melakukan audiensi.

Dalam penyampaian itu, massa HMI meminta kepada mediator agar para wartawan yang sudah meliput diijinkan untuk meliput dalam dialog. Namun pihak mediator tegaskan bahwa Kajari hanya mau menerima tiga orang perwakilan.

Para wartawan tidak kehilangan akal untuk mengambil momentum dialog tersebut, karena selama ini Kajari Hasan Kurnia terkesan tertutup terhadap wartawan. Mengingat pentingnya informasi untuk diketahui publik terkait perkembangan sejumlah kasus yang diusung HMI.

Akhirnya beberapa wartawan dari RRI, aktualita.info dan Harian Umum Radar Dompu, mengambil inisiatif untuk masuk bersamaan dengan tiga perwakilan HMI.

Setiba di lantai dua ruang Kajari, para wartawan hendak memasuki ruangan audiensi. Namun, disitulah sikap tidak terpuji Kajari tipertontonkan. Dengan tegas dia mengatakan bahwa yang bisa masuk ke ruangannya yakni perwakilan massa aksi, sedangkan wartawan keluar. "Wartawan keluar, tidak boleh meliput, yang bisa ikut dalam dialog hanya tiga massa aksi," kata Kajari sambil menunjuk ke arah wartawan yang berdiri di depan pintu masuk.

Karena tidak mau berpolemik, para wartawan tersebut akhirnya pulang. "Terima kasih pak Kajari," teriak Didin dan Purwanto, wartawan RRI dan Radar Dompu.

Tidak puas diperlakukan seperti itu, kembali para wartawan tersebut berteriak di bawah halaman kantor Kejari. "Kajari tidak profesional. Kajari diduga.... kasus dugaan korupsi TMD," kembali Didin berteriak.

Menanggapi sikap Kajari yang tidak profesional itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Dompu M. Rifa'i, menyayangkannya. "Saya sayangkan sikap Kajari yang tidak mengetahui kerja wartawan," ujar dia. "Kejaksaan harus tau apa kerja wartawan," lanjut Rifai.

Menurut Rifa`i, dengan kejadian tersebut, akan menjawab dan semakin memperjelas ada masalah dan diduga ada permainan di dalam penanganan kasus yang didemo HMI.

Kembali dia mengingatkan bahwa Kejaksaan harus memahami kerja Jurnalis, yang menjembatani pemerintah dan masyarakat. "Mereka harus paham tugas wartawan," tandasnya.

Rifa`i menaruh curiga bahwa ada persoalan yang mendasar yang mereka ditutupi dari kasus yang diangkat oleh demonstran HMI.

Jika menilik UU pokok Pers, Kajari telah melanggar pasal 18, tentang menghalang-halangi wartawan melakukan kerja jurnalistik. Lanjut dia, dengan kejadian ini, harus dibuka ruang dialog supaya ada titik temu.

Demonstrasi HMI Cabang Dompu mempertanyakan kinerja Kejari Dompu yang dinilai lamban dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 yang menelan anggaran tidak kurang Rp5 miliar, dan dugaan korupsi pada pengelolaan dana ADD di Kabupaten Dompu.

Selain mempertanyakan kinerja Kejari Dompu, HMI juga mendesak Kepala Kejaksaan agar segera menuntaskan kasus yang disuarakan.

[Tim]


Related

Headline 1450613472325386268

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item