Bawang Merah Masih Jadi Komoditi Unggulan di Bima

Muhammad Tayeb. /yd Aktualita.info, BIMA - Bawang merah di Kabupaten Bima masih menjadi salahsatu komoditi unggulan di Kabupaten Bima...

Muhammad Tayeb. /yd

Aktualita.info, BIMA - Bawang merah di Kabupaten Bima masih menjadi salahsatu komoditi unggulan di Kabupaten Bima. Hingga saat ini areal potensial komiditi bawang merah mencapai 12.644 haktare (Ha), tersebar pada delapan kecamatan sentra.

 Yakni Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Woha, Belo, Monta, dan Soromandi. "Itu di atas luasan seribu hektare. Ada wilayah di kecamatan yang lain cuma luasnya di bawah seribu hektare," jelas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bima, Muhammad Tayeb.

 Tayeb yang dihubungi di ruangan kerjanya, Selasa 17 Maret 2015, menjelaskan budidaya bawang merah pada delapan wilayah potensial itu dilakukan pada musim hujan, musim kemarau pertama, dan musim kemarau dua. Penanaman musim hujan (MH) dilakukan Oktober hingga Maret, luasan areal tanamnya 600 sampai 1000 hektare. "Ini hanya di wilayah Monta Falam, sebagiannya Sape dan sebagian Lambu. Ini petani yang berani terobos menanam. Artinya disaat petani lain tidak menanam, mereka menanam dengan potensi lahannya. Kisaran hasilnya (panen) enam sampai sepuluh ton per hektar," terang Tayeb.

 Penanaman pada musim kemarau pertama (MK1), areal tanamnya seluas 4000 sampai 5000 hektare. Hasilanya bergantung iklim, biasanya rata-rata petani menghasilkan 13 ton per hektare.

 Kamudian penanaman MK2, lanjut Tayeb, luas area potensialnya 4300 sampai 5300 hektare. Dengan hasil rata-rata 12,5 ton per hektare. "Hasil panen pada MK2 sedikit berkurang karena produktivitas lahan sudah menurun," katanya.

 Untuk harga bawang merah mengikuti trend harga saat ini mencapai Rp13 ribu per kilogram. "Hasil ini bisa bertambah ketika harga membaik. Kalau harga tahun ini membaik maka hasilnya baik," ujar Tayeb. Dia menambahkan pasar bawang merah Kabupaten Bima tersebar pada sejumlah wilayah. Dijual dan dikirim ke pasar Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Bali, Jatim, NTT dan Papua. "Itu sejumlah kota besar tempat produksi bawang kita yang dipassrkan," pungkas Tayeb.

[Yudha]



Related

Ragam 4051173701128939181

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item