Pemkot Bima Gelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana, Libatkan 935 Personel
Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Muhammad Hasyim, saat mengikuti rapat koordinasi tanggap bencana. (ist) Aktualita, KOTA BIMA – Dalam ra...
![]() |
| Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Muhammad Hasyim, saat mengikuti rapat koordinasi tanggap bencana. (ist) |
Aktualita, KOTA BIMA – Dalam rangka menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah Kota Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima akan menggelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana pada Kamis, 19 November 2025 mendatang.
Usai mengikuti rapat koordinasi tanggap bencana, Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Muhammad Hasyim, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bima, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai potensi angin kencang diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Februari 2026.
Menurut Hasyim, belajar dari peristiwa luapan banjir tahun 2006 dan banjir bandang 2016 di Kota Bima, potensi kejadian serupa tidak dapat diabaikan. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah mutlak yang harus dilakukan seluruh elemen.
“Tentu hal buruk yang pernah terjadi di Kota Bima, kita semua tidak ingin banjir bandang kembali terulang. Namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana menjadi keharusan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua harus mempersiapkan diri,” tegasnya.
Ia menambahkan, ancaman banjir tidak hanya dirasakan di Kota Bima, tetapi juga berdampak pada masyarakat Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Berdasarkan arahan Gubernur NTB, seluruh Bupati dan Wali Kota di wilayah Bima-Dompu didorong untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kenaikan status darurat bencana.
Saat ini, Pemkot Bima tengah mempersiapkan peningkatan status darurat kebencanaan melalui Keputusan Wali Kota. Meski demikian, sejumlah langkah teknis telah dilakukan, seperti penyediaan dua dapur umum induk di BPBD dan Dinas Sosial, kesiapan logistik, obat-obatan, personel, serta kebutuhan pendukung lainnya.
Lebih lanjut, Hasyim menekankan pentingnya sistem informasi satu pintu terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. Informasi resmi akan disampaikan melalui struktur Tim Siaga Bencana di bawah koordinasi BPBD Kota Bima, guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat.
Dalam struktur Satgas Bencana tersebut, unsur penyedia informasi melibatkan Dinas Kominfotik, BPBD, BMKG, relawan bencana, serta Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) di masing-masing wilayah.
Apel siaga dan simulasi bencana yang akan digelar pekan depan itu rencananya melibatkan sebanyak 935 personel dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga relawan kebencanaan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan mempercepat pelayanan dalam penanggulangan bencana di Kota Bima. [akt.01]

