Tiga Sungai di Kota Bima Segera Ditata, Ribuan Rumah Warga di Bantaran Akan Digusur

Kondisi sungai Padolo di lingkungan Sarata Kota Bima saat terjadi banjir beberapa waktu lalu. Aktualita, Kota Bima - Peningkatan kapasitas s...

Kondisi sungai Padolo di lingkungan Sarata Kota Bima saat terjadi banjir beberapa waktu lalu.

Aktualita, Kota Bima - Peningkatan kapasitas sungai Padolo, Sungai Melayu dan Sungai Romo di Kota Bima akan direalisasi pada tahun 2023. Pihak Japan Interational Corporation Agency (JICA) melalui konsultannya bersama Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PUPR, PPK BWS MT-1, Dinas PUPR dan Bappeda Litbang Kota Bima telah turun survai ke lokasi tersebut.

"Tim yang kami dampingi sudah turun survai di tiga sungai itu pada Sabtu dan Minggu pekan kemarin," ungkap Kabid Perencanaan Pembangunan, Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Litbang Kota Bima, Arif Roesman Efendi, Selasa, 7 Juni 2022.

Dijelaskan, tim survai turun dalam rangka brifing DED (detail engineering design) untuk penanganan banjir di Kota Bima, khususnya di Sungai Padolo, Sungai Romo dan Sungai Melayu. Survei itu tindak lanjut dari notes of letter (surat pernyataan dimulainya pekerjaan) yang diterbitkan oleh JiCA dan Pemerintah Pusat tanggal 23 Mei 2022.

"Kami turun survai bersama. Kami turun lapangan melihat kondisi dan membandingkan DED yang diterbitkan," ujarnya.

Arif menyebut, hari pertama titik star survei dimulai dari sungai jembatan Rabasalo, sungai Lewirato, sungai Sadia, sungai Sambinae hingga sungai Padolo 3. 

"Kami lanjut di sungai Melayu. Dari jembatan Melayu sampai sungai di jembatan yang putus di Jatibaru," sebutnya.

Hari kedua lanjut dia, tim survai mulai dari pertemuan sungai Dodu dan Lampe. Lalu masuk ke sungai Romo. "Dari hasil survai itu, tim akan mengolah hasilnya," kata Arif ditemui di ruangan kerjanya.

Tim survai diberi target waktu sampai Bulan Agustus 2022, untuk menentukan yang menjadi prioritas pekerjaan pada tahun 2023 mendatang. "Tim Konsultan JICA ini akan mengolah mana yang ditargetkan untuk pekerjaan tahun 2023. Hasil dari ini selanjutnya akan dibahas dengan Pemkot Bima," jelasnya.

Arif mengatakan, akhir Agustus 2022 tender pelaksanaan fisik proyek dimulai. Paket pekerjaan ini multi years. "Prioritas item pekerjaannya tergantung DED-nya. Apakah penguatan tanggul, bronjong, normalisasi sungai, atau peningiian tanggul yang ada. Inti pekerjaannya adalah peningkatan kapasitas sungai dan untuk mengurangi banjir. Sekarang terjadi sedimentasi, longsor dan lain-lain di tiga sungai itu," bebernya.

Setelah survai ini, prioritas pertama yang dilakukan Pemkot Bima adalah pembersihan wilayah sekitar bantaran tiga sungai tersebut. Seperti penggusuran rumah warga di bantaran sungai yang jaraknya 5 meter dari bibir sungai.

"Harus segera pembersihan wilayah. Ketika tender itu berlangsung tahun 2022, Pemkot sudah memastikan bantaran sepanjang sungai itu bersih. Ketika pekerjaan juga tahun 2023 dimulai, Pemkot juga harus membersihkan rumah yang ada di bantaran sungai," tandasnya.

Arif menambahkan, sebanyak 1025 pemilik rumah di bantaran sungai yang mendapat rumah relokasi. Wilayah relokasinya yakni di Oi fo'o, Kadole, Jatibaru dan ada juga lokasi mandiri.

"Sampai saat ini warga yang sudah menempati rumah relokasi sebanyak 645 unit dari 1025 unit. Sehingga persentasenya sudah lebih dari 50 persen. Anggaran kegiatan ini sebesar Rp230 miliar bersumber dari JICA. Mungkin bisa lebih tergantung hitungan hasil survai," pungkasnya.

[akt.01] 

Related

Pemerintahan 1463465719346857748

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DPRD KOTA BIMA

Comments

Recent

item