BNNK Bima Rehab 71 Pecandu Narkoba, 3 Pasiennya adalah Perempuan

Ilustrasi, kilas balik kegiatan BNNK Bima. AKTUALITA.INFO , BIMA - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima telah mer...


Ilustrasi, kilas balik kegiatan BNNK Bima.

AKTUALITA.INFO, BIMA - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima telah merehabilitasi 71 pecandu Narkoba sepanjang tahun 2019. Tiga diantaranya adalah pecandu perempuan.

Kepala BNNK Bima AKBP Hurri Nugroho SH MM melalui Bagian Humas yang diteruskan ke Kasi Rehabilitasi Arasyidun mengatakan, 71 pecandu Narkoba tersebut direhabilitasi rawat jalan. Direhabilitasi di RSUD Dompu, RSUD Bima, RSUD Sondosia, Puskesmas Sape dan Klinik Pratama BNNK Bima.

“Tiga pasien rehabilitasi rawat jalan adalah perempuan. Tahun ini pasien rehab didominasi warga Kota Bima,” kata Arasyidun di BNNK Bima, Jumat (3/1).

Para pasien yang direhab tersebut jelas dia, merupakan pecandu yang datang sendiri melapor ke BNNK Bima. Selain itu, hasil tangkapan dari pihak kepolisian. “Baik Polres Bima Kota maupun Polres Bima Kabupaten,” ujar Arasyidun.

Diakuinya, kebanyakan yang ikut rehab adalah para pecandu narkotika jenis sabu. Terkait kepatuhan para pasien rehab tahun 2019, Arasyidun mangaku sangat patuh menaati aturan rehab rawat jalan.

“Jika mereka patuh pada jadwal terapi yang ditetapkan, maka proses rehab akan berlangsung cepat. Dan hanya memakan waktu sekitar 2 bulan dengan 8 kali pertemuan,” jelasnya.

Dia menambahkan, jumlah pecandu Narkoba yang direhabilitasi tahun 2019 menurun dibandingkan tahun 2018 lalu. Pada tahun 2018 sebutnya, ada 79 orang yang ikut rehabilitasi rawat jalan.

“79 orang itu adalah warga dari Dompu dan Bima. Perempuannya 7 orang. Di tahun 2018 lalu juga ada 1 anak di bawah umur yang direhab,” sebut Arasyidun.

[akt.01]

Related

Hukrim 911319159279328881

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item