Beredar Isu Penculikan Anak di Bima, Polisi Nyatakan itu Hoax! Ini yang Terjadi

Tangkapan layar terkait isu penculikan anak yang beredar. [akt/ HumasPolBimaKota] AKTUALITA.INFO , KOTA BIMA-Kepolisian Resor (Polres...

Tangkapan layar terkait isu penculikan anak yang beredar. [akt/ HumasPolBimaKota]

AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA-Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota mengelarifikasi terkait beredarnya screenshot (tangkapan layar) whatsapp, tentang penculikan anak yang meresahkan masyarakat di Kota dan Kabupaten Bima. Tangkapan layar tersebut beredar sejak Rabu (22/10).

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo SIK SH menegaskan, tangkapan layar wahtsapp terkait penculikan anak itu adalah kabar bohong alias hoax. Kata dia, tidak benar terjadi peristiwa penculikan anak di Kota Bima.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Rontu menemui orangtua dan
dua anak yang diisukan diculik.
“Capture whatsapp terkait penculikan anak itu hoax. Masyarakat saya minta tidak mudah mempercayainya,” kata Kapolres melalui Kasubbag Humas AKP Hasnun, Jumat (24/1).

Diakuinya, sempat berhembus kabar tentang adanya penculikan dua anak di Kota Bima pada Rabu (22/1) lalu. Kabar tersebut kemudian ramai, bermula dari beredarnya tangkapan layar whatsapp seseorang. “Namun sesungguhnya, kabar itu sangat tidak benar,” tandasnya.

Kapolres membeberkan isi tangkapan layar whatsapp, yang kemudian meresahkan masyarakat tersebut. Pada Rabu (22/1) lalu sekitar pukul 10.00 Wita, telah terjadi kehilangan dua orang anak laki-laki, Muhammad Solihin (7 thn) dan Muhammad Alfarizi (6 thn). Keduanya siswa kelas 1 SD, warga Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba Kota Bima.

“Sekali lagi saya tegaskan itu tidak benar. Sesungguhnya yang terjadi adalah dua anak ini dibawa oleh pamannya,” sebut Kapolres.

Ceritanya, lanjut Kapolres, sekitar pukul 10.00 Wita, dua siswa tersebut pulang sekolah dengan jalan kaki, dari SDN 49 Kota Bima di Rabangodu Selatan ke rumahnya di RT 02 RW 04 Kelurahan Rontu.

Dalam perjalanan, tepatnya di depan tempat pengisian ulang air minum di RT 01 RW 01 Kelurahan Rontu, dua anak tersebut dikejar oleh seorang warga yang mengalami gangguan jiwa.

Tak lama kemudian, tutur Kapolres, datang seorang tak dikenal yang belakangan diketahui adalah pamannya sendiri, menggunakan sepeda motor Honda Supra X125 warna hitam lis biru. Dengan memakai jaket hitam, celana jeans hitam dan memakai helm tertutup warna hitam.

“Orang tak dikenal ini menaikan dua siswa ke atas sepeda motornya dan mengarah ke arah utara. Orang tua kedua siswa dan masyakat sekitar, merasa gelisah karena keduanya tak pulang-pulang. Orangtua dan masyarakat pun mencarinya di sekolah, namun tak ketemu,” jelas Kapolres.

Sekitar pukul 11.50 Wita, dua anak tersebut diantar pulang oleh orang tak dikenal yang kemudian diketahui adalah pamannya sendiri. Ia adalah Muhidin (48 thn), tukang ojek warga Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda. “Pengakuan saudara Muhidin, kedua siswa dibawa ke rumahnya di Kelurahan Mande,” imbuhnya.

Kapolres meminta masyarakat untuk tidak lagi mempercayai isu penculikan itu. “Karena yang sesungguhnya terjadi tidak demikian. Sekali lagi, saya juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan isu yang meresahkan,” harap Kapolres.

[akt.01]

Related

Hukrim 7792682266197501664

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item