Diapresiasi Tak Ada Korban Jiwa, Kota Bima Diminta Berbagi Pengalaman Menanggulangi Banjir

Wakil Walikota Bima, H.A. Rahman H. Abidin, SE, memaparkan pengalaman menanggulangi banjir bandang. [hum]   AKTUALITA.INFO , Kota B...

Wakil Walikota Bima, H.A. Rahman H. Abidin, SE, memaparkan pengalaman menanggulangi banjir bandang. [hum]  

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Kota Bima merupakan salahsatu daerah yang diminta untuk memaparkan best practice (praktik terbaik) dalam hal tindakan penanganan bencana banjir. Pemaparan disampaikan Wakil Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin, SE.

Tiga daerah lain yang diminta memaparkan praktik terbaik penanggulangan bencana adalah Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Gresik.

Best practice khusus bencana banjir dipaparkan pada kegiatan Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana (Rakernas PB) yang diselenggarakan oleh BNPB, yang berlangsung tanggal 21-24 Februari 2017, di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta. Rakernas dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB Ir. Dody Ruswani, M.Sc.

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Bima menjelaskan kronologis kejadian banjir bandang tanggal 21 dan 23 Desember 2016, serta berbagai tindakan penanganan. Mulai dari evakuasi, penetapan tanggap darurat hingga persiapan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Salahsatu hal yang diapresiasi oleh peserta Rakernas adalah tidak adanya korban jiwa saat banjir bandang.

Wakil Wali Kota Bima menjelaskan, sistem peringatan dini yang diterapkan oleh para Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) di berbagai titik pengamatan ketinggian air berperan besar dalam membantu masyarakat bersiap menghindari terjangan banjir.

“TSBK bersama TNI dan Polri juga sangat berperan dalam proses evakuasi hingga distribusi logistik dan pembersihan,” kata Rahman.

Rahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPNB yang selalu mendukung dan memberikan arahan. “Selain itu, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang membantu, mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi NTB maupun daerah lain, unsur swasta, NGO, relawan, organisasi/komunitas, universitas serta pihak lainnya.

Rakernas PB dihadiri oleh sejumlah pejabat. Diantaranya Ketua DPD RI, perwakilan Komisi 8 DPR RI, perwakilan Kementerian PUPR, perwakilan Kementerian Sosial, Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Pidie Jaya, Bupati Trenggalek, Bupati Gresik, dan kepala pelaksana BPBD seluruh Indonesia.

Sekretaris Utama BNPB Ir. Dody Ruswani, M.Sc, menjelaskan, saat ini banyak terjadi bencana di berbagai wilayah di Indonesia seiring curah hujan yang tinggi.

Menurut informasi BMKG, kata dia, musim penghujan 2017 akan berlangsung normal. Puncak curah hujan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2017. "BNPB telah menyusun rencana aksi untuk tindakan antisipasi dan penanganan. Saya mengharapkan kerjasama dan kordinasi yang baik dari pihak Pemda," katanya.

BNPB juga melakukan kerjasama dengan BPKP guna mendampingi Pemda dalam penggunaan anggaran bencana. "Kepala daerah dan BPBD diharapkan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penanggulangan bencana, agar masyarakat merasa tenang. Hal yang paling urgen adalah masalah relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai, agar mempermudah proses normalisasi," jelas Dody.

[yudha]

Related

Pemerintahan 4459204226909779208

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item