Jurnalis Dompu Tuntut Panglima TNI Pecat Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan di Medan

Aksi solidaritas jurnalis Dompu mengecam tindakan represif oknum anggota TNI AU terhadap wartawan di Medan. AKTUALITA.INFO , Dompu – Pu...

Aksi solidaritas jurnalis Dompu mengecam tindakan represif oknum anggota TNI AU terhadap wartawan di Medan.
AKTUALITA.INFO, Dompu – Puluhan Wartawan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang tergabung kedalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Ikatan Penulis dan Jurnlis Independen (IPJI), Selasa, 16 Agustus 2016, melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Dompu dan Markas Kodim 1614 Dompu.

Aksi itu sebagai bentuk solidaritas terhadap tiga Jurnalis yang dianiaya oleh oknum anggota TNI AU di Medan, Sumatera Utara, saat melakukan kegiatan peliputan, Senin (15/8). Orasi penyampaian aspirasi pertama dilakukan didepan Gedung DPRD Dompu, sekitar pukul 10.35 Wita oleh Ketua PWI Dompu, Rifaid.
Dalam orasinya Rifaid mengutuk keras tindakan represif oknum anggota TNI AU yang telah menganiaya dan merampas perlengkapan peliputan milik Andi Syarif, wartawan MNCTV Group, Wartawan Tribun News, dan Wartawan Metro TV.

Dikatakan Rifaid, bahwa kedzaliman oknum TNI AU tersebut telah melukai semangat reformasi dan kebebasan Pers sebagaimana telah diamanatkan dalam UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999. Rifaid meminta secara tegas kepada Panglima TNI agar memproses oknum tersebut dan memecatnya. "Panglima TNI harus tegas memecat oknum TNI AU dan diadili di Peradilan Umum," katanya.

Setelah melakukan orasi di Gedung DPRD, para kuli tinta tersebut melanjutkan orasinya di depan pintu gerbang Markas Kodim 1614 Dompu. Kedatangan mereka sontak membuat anggota Kodim kebingungan, karena aksi tersebut dilakukan secara spontanitas.

Di Makodim, seorang orator lainnya Miftahul Yani mengecam tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum TNI AU. Menurutnya, tindakan represif oknum aparat adalah bentuk perlawanan terhadap UU, dan sikap tersebut telah melukai semangat demokrasi dan reformasi yang sedang dibangun saat ini. “Pers adalah salahsatu pilar demokrasi yang harus dijunjung tinggi. Ketika Pers dikerdilkan dan dizalimi, maka ketika itu pula demokrasi sedang diruntuhkan,” ujar Miftahul dalam ekspresi demokrasinya.

Setelah beberapa kali melakukan orasi, Komandan Kodim (Dandim) Letnan Kolonel Asep Rahmat Sukmana, menemui para demonstran. Saat itu terjadi dialog dan perwakilan massa aksi Rifaid menyerahkan surat pernyataan terbuka kepada Dandim untuk diteruskan ke Panglima TNI.

Pernyataan terbuka yang ditandatangani oleh tiga ketua organisasi Pers itu berisi meminta Panglima TNI untuk memecat oknum anggota TNI AU yang telah melakukan tindakan represif dan melawan UU. Serta mengadilinya di Peradilan Umum.

Dandim ketika menerima surat tersebut menyatakan mendukung aksi solidaritas yang dibangun oleh rekan-rekan Pers. "Saya terima surat ini dan akan diteruskan sampai ke pimpinan," kata Dandim.

Setelah penyerahan surat pernyataan terbuka, puluhan jurnalis kemudian membubarkan diri secara tertib. Demonstrasi para Wartawan tersebut mendapat perhatian dari para pengguna jalan. Dalam aksi itu dikawal ketat oleh anggota Polres Dompu bersenjata lengkap.

[dien]

Related

Headline 6142819826592241191

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item