Pembangunan di Kota Bima Sesuai Kondisi Geografis

AKTUALITA.INFO , Kota Bima, - Wakil Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin SE, menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bersama Wali Kota Bi...

AKTUALITA.INFO, Kota Bima, - Wakil Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin SE, menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bersama Wali Kota Bima, M Qurais H Abidin, meliputi seluruh aspek dan merata pada semua wilayah. Penegasan itu menampik adanya anggapan jika mereka lebih mementingkan pembangunan wilayah bagian barat.

Wakil Wali Kota Bima menjelaskan sejumlah program pembangunan. [dien]
“Terkadang ada yang bilang kami mementingkan pembangunan wilayah bagian barat saja, melupakan bagian timur. Itu tidak benar. Kita membangun wilayah Kota Bima keseluruhan, sesuai potensi dan kondisi geografis wilayahnya,” jelas Rahman, Kamis (14/7).

Rahman mencontohkan, tidak mungkin membangun jalan ekonomi dan jalan usahatani di wilayah bagian barat. Jalan itu termasuk saluran irigasinya, jelas harus dibangun di wilayah bagian timur sesuai kondisi geografisnya. “Itu yang dibutuhkan di sana. Kita bangun perdagangan jasa di bagian barat sesuai kondisi dan kebutuhannya juga. Kalau anda datang ke Bappeda pengalokasian anggarannya sama dengan timur. Karena kami bukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota masyarakat bagian barat saja. Kepedulian kami sama saja,” tegasnya.

Rahman menyentil salahsatu pembangunan fasilitas publik di wilayah bagian timur, yani pembangunan GOR di Rabangodu. Ia menjelaskan, pembangunan GOR tersebut mandek karena persoalan teknis, bukan persoalan keberpihakan. “Insya Allah tahun 2017 karena persoalan teknis sudah selesai oleh pemeriksaan BPK, kami alokasikan anggaran dan sudah disiapkan Rp5 miliar,” terangnya.

Ia mengakui hingga saat ini masih ada masyarakat yang belum terjangkau dan terlayani dengan baik, karena kurangnya informasi dari lurah dan kurangnya informasi dari SKPD terkait.

Rahman memaparkan beberapa aspek pembangunan yang saat ini menjadi fokus Pemkot Bima. Aspek pendidikan dan kesehatan yang diharapkan, katanya, dari tahun ke tahun semakin baik. Puskesmas Asakota kini telah diubah menjadi rumah sakit rintisan tipe D. “Itu semua menjawab keluhan dari masyarakat yang kadangkala pelayanan di rumah sakit umum ini tidak manusiawi,” ujarnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, tutur Rahman, prioritas pembangunan Kota Bima adalah mewujudkan Kota Bima sebagai Kota Tepian Air (Water Front City), Kota Bima sebagai Kota Tangguh, dan Kota Bima sebagai Kota Hijau (green city).

Dijelaskannya, Kota Bima sebagai Kota Tepian Air diambil berdasarkan kajian ahli bahwa potensi yang luar biasa dimiliki oleh Kota Bima ini berada pada teluk Bima. Menurut para ahli, terangnya, kalau Kota Bima ini mampu dikelola secara baik dengan mengoptimalkan potensinya, kota bima ini akan “terbang”. “Makanya kami letakan brand Kota Bima ini dengan brand water front city dengan visi dan misi kota perdagangan dan jasa yang beriman, maju, adil, dan religius. Sehingga nanti suport anggarannya tanpa menafikan pendidikan, kesehatan, pembangunan sumberdaya manusianya,” jelas Rahman.

Kemudian Kota Bima sebagai Kota Tangguh. Rahman mengatakan, Kota Bima sebagai salahsatu kota tangguh di dunia yang ditetapkan oleh BNPB dan organisasi PBB. “Bukan saya dan Pak Walikota yang memberikan penilaian itu. Karena apa? Kota Bima sudah memiliki semua syarat sebagai kota tangguh,” tandasnya.

Syarat-syarat tersebut, kata dia, Kota Bima memiliki tim siaga bencana kelurahan, Kota Bima memiliki Perda tentang kebencanaan, dan peta evakuasi. “Syarat-syarat dukungan itu, kita memilikinya sehingga kita ditetapkan sebagai kota tangguh. Dukungan terhadap kota tangguh ini banyak, dari pemerintah pusat memberikan bantuan,” imbuhnya.

Selanjutnya Kota Bima sebagai kota hijau (green City). Pemkot Bima telah memulainya tahun 2015 lalu dengan mengundang BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan duta lingkungan hidup, iwan fals sebagai tokoh. Itu semua untuk meletakan pondasi, untuk mengajak seluruh masyarakat mencintai daerah.

“Kita buat kota ini menjadi hijau ke depannya. Paling tidak kita mulai sekarang, karena kami berpikir 20 tahun yang lalu kota ini hijau dan dingin. Bayangkan kalau kita tidak mulai dari sekarang, mulai mengedukasi masyarakat sekarang, 20 tahun kemudian kita bisa bayangkan bagaimana Kota Bima ini kehabisan mata air. Maka itu kita tetapkan Kota Bima ini dengan tiga hal itu,” jelas Rahman.

Menurutnya, ketiga hal itu (kota tepian air, kota tangguh, dan kota hijau) terkait erat. Agar kota tepian air bisa tertata baik maka kota bima harus hijau dan tangguh. Tangguh dari bencana alam dan tangguh dari bencana sosial. 

“Ini untuk diwariskan pada generasi berikutnya. Ada kebanggaan generasi terhadap Kota Bima ini. Dengan adanya kebanggaan itu, maka generasi nantinya mencintai Kota Bima. Setelah mencintai Kota Bima, maka mereka tidak akan mau lagi perang kampung. Mereka tidak mau lagi merusak, mereka akan menjaga Kota Bima ini untuk mereka dan anak cucunya nanti,” tutup Rahman.

[dien]

Related

Pemerintahan 3005100920920742439

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item