Tiga Guru Honor ‘Pengumbar Nafsu’ Dipecat

Ilustrasi AKTUALITA.INFO, DOMPU - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, H Ichtiar SH, memecat tiga ok...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, DOMPU - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, H Ichtiar SH, memecat tiga oknum guru honor, karena terbukti melakukan perbuatan amoral. Tiga oknum Guru tersebut yakni AH, oknum Guru SMA PGRI Dompu, N dan A, oknum Guru SD Negeri 6 Dompu.

Oknum guru Guru SMA PGRI Dompu, AH, saat ini sedang menjalani proses hukum dan ditahan di Mapolres Dompu. Dia dilaporkan melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap dua siswinya.
Sedangkan dua oknum Guru SD Negeri 6 Dompu, N dan A, digerebek sedang berbuat mesum di kamar salahsatu hotel di Kabupaten Dompu, pekan lalu. Keduanya digerebek dalam operasi Bina Kusuma jajaran Kepolisian Resort (Polres) Dompu. Oknum guru wanita diketahui berstatus janda, sedangkan pasangan lelakinya masih lajang.

“Untuk oknum guru SMA PGRI, saya sudah minta yayasan untuk dipecat dan permintaan itu sudah diterima. Sementara oknum N dan A langsung saya pecat setelah mendapat laporan dari Kepala Sekolahnya," jelas Ichtiar, saat ditemui di kantornya, Jumat (8/4).

Diakuinya, pemecatan terhadap mereka dengan pertimbangan bahwa mereka telah melakukan perbuatan amoral. Seharusnya mereka menjadi contoh, karena guru bukan saja mengajar tapi juga mendidik. “Bagaimana mau mendidik kalau mereka ditangkap berbuat mesum di hotel,” kata Ichtiar.
Terhadap tiga oknum guru tersebut, lanjut dia, tidak ada pertimbangan untuk dipertahankan karena status mereka guru honor. Jika saja mereka guru PNS, kata Ichtiar, kemungkinan ada pertimbangan diturunkan pangkatnya.

Sebelumnya untuk Guru N dan A sudah pernah dipanggil untuk dibina, namun mereka melawan. “Mereka tidak mau hadir saat dipanggil, artinya mereka melawan,” tandas Ichtiar. “Selain kami yang memanggil, pihak sekolah sudah memanggil dua kali, namun mereka mangkir,” ungkap Ichtiar.

Informasi di Mapolres Dompu mengungkapkan, dalam operasi Bina Kusuma tersebut kedua oknum guru (N dan A) tidak sempat mengenakan celana. Karena panik saat kamar yang dipakai kuda-kudaan dibuka paksa petugas Polres. 

[yani]

Related

Hukrim 2372872256535055982

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item