Mengukur Kecerdasan Siswa melalui UNBK dan Kelas Digital

Drs. Alwi Yasin, MAP Dunia pendidikan dianggap sukses harus dilihat dari beberapa aspek, yakni kompetensi guru, kualitas infrastruktur,...

Drs. Alwi Yasin, MAP
Dunia pendidikan dianggap sukses harus dilihat dari beberapa aspek, yakni kompetensi guru, kualitas infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai, dan kompetensi siswa. Kemampuan guru diukur pada proses belajar-mengajar dan menciptakan karya yang mendukung disipilin ilmunya, baik melalui riset (penelitian eksperimen) maupun dengan karya ilmiah lainya. sementara kualitas siswa dilihat pada nilai kelulusan dan prestasi yang diraihnya. Maka senergis juga dengan infrastruktur yang menunjang, baik bangunan sekolah yang membuat siswa nyaman untuk belajar maupun sarana lain, seperti alat peraga untuk melengkapi materi pembelajaran.

Upaya untuk mengukur tingkat kecerdasan guru dan siswa, pemerintah melalui kementerian pendidikan dasar dan menengah telah membuat sistem yang harus dilaksanakan oleh sekolah. Salah satunya sekolah dianjurkan untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016. Maka Pemerintah Kota Bima bagian dari pelaksanaan sistem tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Drs Alwi Yasin MAP, UNBK dilaksanakan agar menghasilkan ujian yang jujur dan terpercaya. Dalam melaksanakan UNBK hanya beberapa sekolah yang ikut, diantaraanya SMK Negeri 1 kota Bima, SMK Negeri 3 Kota Bima, dan SMK Salahuddin Kota Bima.

“Tahap awal yang ikut UNBK hanya lima sekolah di Kota Bima. Hal ini supaya efisensi dan meningkatkan kejujuran dalam penilaian hasil kerja siswa,” katanya.

Dalam melaksanakan UNBK tak ada syarat yang spesifik, hanya saja dibutuhkan kelengkapan unit komputer yang seimbang dengan jumlah siswa yang akan mengikuti ujian nanti. Maka masih banyak sekolah yang belum bisa melanyenggarakan UNBK tahun 2016, termasuk sejumlah sekolah negeri yang sudah banyak prestasinya.

“Syarat UNBK hanya jumlah komputer yang bisa dipakai untuk pelaksanaan ujian, soalnya tak bisa pakai Notebook. Jadi, sekolah yang belum bisa mengikuti UNBK tahun ini secepatnya berbenah diri. Pembenahan sekolah untuk kemajuan dan mengukur kecerdasan siswa dengan baik,” terangn Alwi.

Saat ini juga ada program pemerintah untuk dunia pendidikan, yakni sekolah yang menyenangkan. Indikatornya harus ditata dengan baik, sehingga siswa aman untuk belajar dan tak cepat pulang ke rumahnya. Menuju sekolah yang menyenangkan selain lingkungan sekolah ditata dengan baik, maka perlu didukung dengan guru yang berkompetensi dan profesional.

“Sekolah yang nyaman perlu didukung oleh guru yang profesional. Iya, guru tersebut minimal memiliki dua keahlian, yakni mampu mengoperasikan teknologi (komputer) dan mampu memahami bahasa teknologi (komputer),” ujar Alwi.
Upaya pemerintah dalam mewujudkan guru yang profesional melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru SMP dan SMA, gugus untuk guru SD, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk TK. Diklat ini diprioritaskan untuk guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain Diklat tersebut, kini disekolah dilakukan kelas Digital (Program ETMODO).

“Program ETMODO (Kelas Digital) ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung, di Kota Bima sudah disosialisasi dan dilaksanakan seluruh oleh sekolah yang memiliki jaringan Wifi. Program ini semacam media sosial khusus untuk anak (siswa), sehingga kedepannya tak perlu lagi siswa dilarang membawa HP yang android. Untuk memaksimalkan kelas digital, sementara diprioritaskan yang memiliki HP android. Program ini adminnya dimiliki tiga orang, yakni guru, siswa, dan orangtua. Jadi blog yang sama bisa saling pantau, jika siswa sakit guru bisa mengirim tugas ke siswa. Proses belajar bisa berjalan dimana saja,” jelas Alwi.

Anak yang tidak masuk sekolah pun bisa mengikuti program ini. Apalagi Pemkot Bima sudah memasang wifi di sejumlah tempat yang strategis di Kota Bima. Hal itu sangat mendukung program kelas digital sedang dilaksanakan oleh sekolah.

“Sudah satu bulan berjalan, siswa sangat antusias dan dalam HP-nya harus ada situs yang berkaitan dengan mata pelajaran, bisa di atur melalui server oleh teknisi. Kami yakin program seperti ini akan membuat siswa semakin cerdas dan kreatif, kalau ada kekhawatiran wajar saja. Tapi untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa maka sekolah perlu pro-aktif menciptakan banyak aktivitas buat siswa,” paparnya.

Menghadapi Ujian Nasional Dikpora sudah sangat siap dan telah menyarankan pada sekolah agar pelaksanaannya jujur. Karena, kejujuran menjadi kunci suksesnya generasi yang berkualitas.

“Untuk mencapai nilai siswa yang tinggi hanya mampu dilihat dalam indikator kemampuan guru, pengawas, dan kepala sekolah. Kalau kompetensi gurunya rendah, tak mungkin bisa diharapkan siswa mendapat nilai tinggi. Jadi kualitas guru sangat menentukan hasil ujian siswa nanti,” pungkas Alwi.

[con]

Related

Sudut Pandang 760268380018773068

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item