Tiga Hari Menghilang, Seorang Duda Ditemukan Meninggal

  ilustrasi  (poskotanews.com) Aktualita.info, KOTA BIMA – Seorang warga Lingkungan Temba, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, ...

 
Tiga Hari Menghilang, Seorang Duda Ditemukan Meninggal
ilustrasi  (poskotanews.com)

Aktualita.info, KOTA BIMA – Seorang warga Lingkungan Temba, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima, Syahbudin (48 thn), tiba-tiba ditemukan meninggal, Selasa 9 September 2014. Mayat pria yang ditinggal cerai istrinya ke Jakarta itu, ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita dan sudah membusuk di dalam rumah tanpa penghuni lain. Diperkirakan Om Bud, korban biasa disapa, meninggal setelah tiga hari menghilang dari lingkungan pergaulan kelurahan setempat.

Belum diketahui penyebab kematian duda yang hobbi memancing tersebut. Setelah diceraikan istrinya, selama ini korban hanya tinggal sendiri di lingkungan setempat. Sementara istri dan anaknya, hijrah ke Jakarta beberapa tahun silam. “Om Bud ditemukan temannya dalam keadaan sudah meninggal,” kata Ketua RT 03 Kelurahan Rabadompu Barat, Junari.

Menurut dia, sebelum ditemukan meninggal tidak terlihat tanda-tanda sakit pada diri korban. Namun sejak tiga hari terakhir, korban tidak terlihat ke luar rumah. Teman-teman korban, kata Junari coba menelpon namun tidak pernah diangkat. Curiga sesuatu terjadi karena tidak biasanya korban diam diri di rumah, teman korban pun ke rumahnya. Begitu sampai di rumah, teman korban, alan dan Rifai, mendapati rumah terkunci dari dalam. “Mereka (teman korban) juga mencium bau busuk,” ungkap Junari.

Karena penasaran, lanjut dia, dua teman korban memeriksa dan memastikan sumber bau busuk tersebut. Mereka kaget setelah mendapati korban sudah menjadi mayat dan berbau. “Mereka berdua teriak memanggil warga. Kami langsung lapor ke Polisi,” jelas Junari. "Sekarang kasus ini ditangani Kepolisan untuk melakukan idenfikasi kematian korban," jelasnya lagi.

Anggota Kepolisian yang ditemui di Tempat Kejadian Perkatra (TKP) mengaku, pihak keluarga korban tidak mengijinkan untuk diselidiki penyebab kematian korban. “Kami menyarankan agar jenazah dilakukan otopsi, namun keluarga korban menolak ” ujarnya singkat.

Adik korban, Fitri mengaku, tidak ingin mempersoalkan kematian saudaranya itu. Apalagi, harus memproses dan meloporkan ke Polisi. Menurut dia, keterbatasan biaya untuk otopsi dan merasa iba terhadap jenazah yang sudah membengkak, menjadi alasannya. “Kami sudah mengikhlaskan kepergian Om Bud,” katanya.

Diakui Fitri, selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit pada keluarga. Namun, dia mengaku menemukan obat di atas lemari rumah korban. "Kami melihat ada beberap butir obat di atas lemarinya, tapi saya tidak tahu jenis obatnya," ungkap Fitri.

[act3]

Related

Hukrim 3456612960575224686

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item