Aliansi Rakyat Anti Korupsi Minta Bupati Dompu Ditahan

Demonstrasi Aliansi Rakyat Anti Korupsi mendesak Bupati Dompu ditahan. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Status tersangka Bupati Dompu, ...

Demonstrasi Aliansi Rakyat Anti Korupsi mendesak Bupati Dompu ditahan. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Status tersangka Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat Drs. H. Bambang M. Yasin dalam kasus dugaan korupsi perekrutan CPNS Kategori II tahun anggaran 2013/2014 kembali mendapat tekanan dari elemen masyarakat.

Alansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Dompu menggelar mimbar bebas di kantor Pengadilan Negeri Dompu dan kantor DPRD Dompu dalam aksi demonstrasi yang diikuti ratusan massa, Rabu, 20 September 2017.

Koordinator lapangan Kisman Raja Perang dalam orasinya mendesak Polda NTB dan Kejati NTB untuk segera menyempurnakan berkas perkara Bupati Dompu yang sudah lama menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi.

Orator lain Romo Sultan di depan kantor Pengadilan mengingatkan agar majelis hakim bekerja secara independen dan profesional atas gugatan praperadilan lamanya waktu status tersangka Bupati Dompu yang akan digelar hari ini.

Hal lain dalam orasinya, Romo dengan telunjuk kiri yang diarahkan ke Pendopo Bupati mengecam keras langkah Bupati yang memaksakan 134 orang tidak memenuhi kriteria untuk diangkat menjadi CPNS. "Kenapa orang yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria dipaksakan menjadi CPNS Pak Bupati," suara lantang Romo dengan orasinya.

Dalam demonstrasinya, ARAK meneriakan tiga poin aspirasinya yaitu meminta kepada Kajati NTB untuk segera P21 kan tersangka K2 Kabupaten Dompu. Mereka juga meminta kepada Kapolda NTB dan Kajati NTB untuk segera menahan tersangka kasus CPNS K2 Kabupaten Dompu setelah P21 selesai. Terakhir massa aksi meminta kepada Kapolri dan Kapolda NTB untuk tidak melakukan mutasi atau sertijab terhadap ketua atau tim penyidik Reskrimsus Polda NTB sebelum proses hukum kasus CPNS K2 Kabupaten Dompu selesai atau P21.

Tidak lama berorasi didepan Pengadilan Dompu, Arak kemudian bergeser ke kantor DPRD untuk menyampaikan hal yang sama.

[yani]

Related

Hukrim 7831193264262455527

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item