Situasi Politik Memanas Sejak Kasus K2 Ditangani Polda NTB

Kepala Satuan Intelkam Polres Dompu, Inspektur Satu Abdul Haris. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Sejak kasus dugaan korupsi perekruta...

Kepala Satuan Intelkam Polres Dompu, Inspektur Satu Abdul Haris. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Sejak kasus dugaan korupsi perekrutan CPNS Kategori II (K2), Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai disidik oleh Kepolisian Daerah NTB, situasi politik mulai berubah. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Dompu melalui Kepala Satuan Intelkam Inspektur Satu Abdul Haris, Jum’at, 28 April 2017.

Diakuinya, perubahan tensi politik di Dompu sedikit memanas sejak kasus K2 ditangani Polda NTB. karena kasus tersebut mendapat sorotan dan pengawalan langsung dari publik.

Selain itu, penanganan kasus K2 oleh Polda menurut Haris memunculkan teka-teki di tengah masyarakat. Namun, ditengahnya terbesit harapan agar kasus tersebut cepat diselesaikan.

Walaupun kondisi politik sedikit memanas, namun jelas Haris masih bisa dikendalikan dengan baik, yang dibuktikan tidak adanya ekses negatif didalam kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. "Insha Allah keadaan terkendali dengan baik," ujar dia.

Lebih jauh Haris menjelaskan, Dompu saat ini sudah memiliki warna dengan kemajuan dan identitas yang dimiliki. Dua hal tersebut kata dia harus dijaga bersama. Misalnya dari sektor ekonomi, Dompu sudah menempati posisi kedua setelah Kota Mataram untuk tingkat pembelanjaan. “Artinya pendapatan per kapita mengalami kenaikan,” tandasnya.

Namun, hal negatif kontribusi sektor ekonomi terhadap kondusifitas daerah seperti kejahatan narkoba tidak bisa diabaikan, dimana dengan tingkat pendapatan yang tinggi, masyarakat salah memanfaatkan dengan membeli barang haram narkoba. "Saat ini narkoba paling rawan mengganggu stabilitas daerah," jelas Haris.

Untuk menjaga stabilitas daerah dan meminimalisir segala macam ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, Polres Dompu tetap tegas menegakkan supremasi hukum dan melakukan pendekatan serta sosialisasi kepada masyarakat dengan mengedepankan aspek kearifan lokal.

[yani]

Related

Ragam 6157908916571266137

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item