Diduga Pupuk Palsu, Para Petani di Dompu Tuntut Pengembalian Uang

Para petai Desa Serakapi menuntut pengembalian uang dari pemblian pupuk yang diduga palsu. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Sejumlah P...

Para petai Desa Serakapi menuntut pengembalian uang dari pemblian pupuk yang diduga palsu. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Sejumlah Petani Desa Serakapi, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menuntut pengembalian uang dari distributor pupuk non subsidi untuk jagung NPK Phoska, karena diduga pupuk yang dijual tersebut palsu.

Para Petani mendatangi kantor Desa Serakapi pada Senin pagi, 19 Desember 2016, menuntut agar uang mereka dikembalikan oleh distributor.

Inilah pupuk yang diduga palsu.
Pupuk yang sudah beredar luas di Pulau Sumbawa itu terutama Kabupaten Dompu diduga palsu karena tidak memberikan reaksi terhadap tanaman jagung petani. Sepintas, terdapat kemiripan logo dan merek pada kemasan (pembungkus) antara pupuk tersebut dengan pupuk subsidi phonska.

Seorang petani, Zulkifli yang ditemui di kantor desa setempat menuturkan, pupuk yang diduga palsu tersebut masuk di desanya sekitar 60 ton. Rata-rata Petani membeli sebanyak 10 sampai 20 sak, dengan berat 50 kilogram per sak.

Untuk mendapatkan pupuk tersebut, para petani merogoh kocek antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per sak. "Itupun kami harus pinjam ke bank," akunya. Dari kejadian ini, para Petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dan kerugian waktu, tambah Zulkifli.

Diceritakan petani lainnya Selfia, pupuk yang diduga palsu itu tidak bereaksi walau sudah digunakan selama 21 hari. Dibandingkan dengan pupuk subsidi phonska, 3 hari setelah pemupukan sudah ada reaksi terhadap Jagung. “Misalnya warna daun yang semula merah berubah jadi hijau, begitu juga pertumbuhannya,” katanya.

Petani lainnya, Amin yang juga hadir di kantor desa kemudian membandingkan pupuk phoska dengan pupuk subsidi phonska dengan cara lain. Tidak segan pupuk yang diduga palsu tersebut dikunyah olehnya, namun tidak bereaksi. "Beda kalau dengan phonska, pasti lidah dan bibir kita ada reaksi," ucap dia.

Perbandingan lainnya pupuk yang diduga palsu tersebut dilarutkan dalam air. Menurut Amin jika pupuk subsidi phonska dilarutkan ke dalam air, maka membutuhkan waktu sekitar 4 jam baru akan larut. Sementara pupuk phoska dalam sekejap sudah langsung larut. Kondisi demikian merugikan Petani saat melakukan pemupukan.

Setelah dilarutkan kedalam air dan dikeringkan, Amin membandingkan dari segi warna. Kata dia, kalau pupuk subsidi phonska warnanya merah, agak berminyak, mengkilap, dan menempel di tangan. Sementara phoska warnanya merah bata, agak buram, dan tidak menempel ditangan.

Dikeluhkan Amin, dirinya terpaksa membeli pupuk non subsidi dikarenakan jarang masuknya pupuk subsidi dan stoknya terbatas. "Terpaksa kami beli pupuk dari luar, dari pada tanaman kami mati," ujar dia.

Setelah dialog yang cukup alot antara petani dengan distributor dan pengecer yang dipimpin Kepala Desa Serakapi, disepakati bahwa disitributor menyanggupi uang petani dikembalikan. Baik terhadap pupuk yang sudah terpakai maupun yang belum terpakai, dengan total senilai Rp144.960.000.

Dalam kesepakatan itu, petani menuntut agar uang dikembalikan saat itu juga. "Uang kami harus dikembalikan saat ini juga. Kalau belum bisa, mobil distributor harus dijadikan jaminan dan diamankan," teriak para petani.

Karena proses pengiriman uang pengembalian masih berlangsung dan distributor belum bisa dipenuhi saat itu juga, terpaksa mobil Avanza rentcar distributor disandera petani. Untuk proses hukum dugaan penipuan, para petani sepenuhnya menyerahkan kepada pihak yang berwajib.

Sementara ketua tim pengawasan pupuk sekaligus Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Woja, H Mansyur yang dikonfirmasi saat menghadiri dialog tuntutan warga di Kantor Desa mengungkapkan, peredaran pupuk phoska tersebut diakui tanpa ada koordinasi dengan pihaknya termasuk masalah perijinan. “Yang jelas, tidak ada koordinasi dengan kami pihak dinas maupun petugas di lapangan,” akunya.

Dia mengungkapkan, pihaknya mengetahui beredarnya dugaan pupuk palsu tiga hari yang lalu. Atas kejadian tersebut, Mansyur mengakui sudah mengambil langkah melakukan uji laboraturium untuk memastikan apakah pupuk tersebut palsu atau tidak. "Kami sudah kirim sampelnya ke Jawa, tinggal menunggu hasil" terang dia. "Jika terbukti palsu, maka pelaku peredaran terancam pidana, dan kami akan koordinasi dengan Kepolisian," janji dia.

[yani]

Related

Ragam 177221091935370116

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item