Akui sebagai Mitra Kerja, Kajari Dompu Minta Maaf pada Wartawan

Suasana silaturrahmi Kejari Dompu dengan sejumlah wartawan mencairkan suasana yang sempat tegang. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Kep...

Suasana silaturrahmi Kejari Dompu dengan sejumlah wartawan mencairkan suasana yang sempat tegang. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Nusa Tenggara Barat, Hasan Kurnia, mengundang sejumlah wartawan yang bertugas di Dompu, Selasa (01/11/2016). Pertemuan dengan agenda silaturahmi sekaligus klarifikasi terkait larangan meliput beberapa waktu lalu, berlangsung di Aula Kejaksaan setempat.


Dalam acara penuh keakraban itu Kajari didampingi oleh empat Kepala Seksi (Kasi) yaitu Kasi Intelijen, Kasi Pidana Khusus, Kasi Pidana Umum, dan Kasi Perdata.

Silaturrahmi diinisiasi oleh Kajari yang bertujuan untuk mencairkan suasana yang sempat tegang. Dimana sebelumnya Kajari Hasan Kurnia pernah mengusir para wartawan untuk meliput dalam kegiatan dialog bersama HMI Cabang Dompu belum lama ini.

Acara tersebut diseting sesederhana mungkin dalam bentuk obrolan ringan dan curah perasaan sekaligus diskusi cerdas perihal permasalahan penegakan supremasi dalam Tupoksi Kejaksaan.
Hasan Kurnia dalam sambutan pengantarnya mengawali dengan permohonan maaf kepada para jurnalis Dompu atas sikapnya yang mengusir untuk kegiatan peliputan audiensi beberapa waktu lalu

Bukan maksud membela diri, Kajari berujar bahwa kejadian pengusiran sesungguhnya hanya salah paham saja karena adanya mis-komunikasi. "Saya tidak ada niat melarang apalagi mengusir teman-teman wartawan untuk peliputan dalam acara dialog dengan HMI Dompu. Namun terjadi mis-komunikasi saja," jelas dia. “Wartawan itu mitra kerja kami,” sambung dia.

Kajari menerangkan bahwa audensi yang diminta oleh HMI Cabang Dompu adalah terkait penanganan kasus dugaan korupsi anggaran event Tambora Menyapa Dunia. yang saat ini dalam proses penyelidikan.

Kegiatan silaturrahmi tersebut berlangsung sekitar satu jam. Sejumlah wartawan yang hadir dari media cetak, media online, dan media televisi memahami dan menerima pangkal permasalahan yang terjadi.

[yani]

Related

Headline 6783208427672498056

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item