PMII Cabang Bima Sorot Parkir Liar dan Bongkar Muat di Tengah Jalan

Unjukrasa PMII Cabang Bima di KPPT Kota Bima. Rabu (12/10/2016) AKTUALITA.INFO , Kota Bima – Sekelompok mahasiswa dari organisasi Per...

Unjukrasa PMII Cabang Bima di KPPT Kota Bima. Rabu (12/10/2016)

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Sekelompok mahasiswa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima berunjukrasa di Dishubkominfo Kota Bima, KPPT Kota Bima, dan DPRD Kota Bima, Rabu, 12 Oktober 2016. Mereka menyorot sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab tiga institusi atau lembaga tersebut.

Aksi PMII dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. PMII menyorot kinerja Dishubkominfo dan KPPT Kota Bima yang dinilai belum maksimal. Menurut mereka, sering terjadi kecelakaan dan kemacetan lalulintas pada beberapa titik di Kota Bima, akibat parkir dan bongkar muat di jalan yang tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme. “Kami minta pemerintah dan DPRD Kota Bima agar segera membuat peraturan daerah yg berkaitan dengan parkir dan bongkar muat di tengah jalan,” kata koordinator aksi PMII, Akbar.

Selain itu, PMII juga meminta agar segera mengaktifkan kembali trafic light (lampu isyarat jalan) di sejumlah perempatan jalan. Dishubkominfo Kota Bima didesak agar intens memantau aktivitas bongkar muat dan parkir di wilayah pasar senggol. Kemudian, meminta Dishubkominfo agar menegur pemilik toko yang melakukan bongkar muat di badan jalan. “Jika tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan melakukan penyegelan terhadap SKPD terkait,” ancam Akbar.

Kepala Dishubkominfo Kota Bima melalui Kabid Perhubungan Darat, Sugiarto SH, yang menemui PMII menjelaskan pihaknya sudah menyebarkan petugas di lapangan. Bukan saja di pasar senggol, tetapi pada semua titik yang dinilai rawan kemacetan. “Terkait pakiran, kami selalu melayani dengan baik. Tapi tetap akan kami benahi secara terus menerus demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Mengenai aktivitas bongkar muat di jalan, Sugiarto mengaku pihaknya tetap mengawasinya. Hanya saja, di luar jam tugas kesadaran pemilik kendaraan yang masih rendah sehingga terjadi bongkar muat menggunakan jalan atau bahu jalan.

Tentang aktivitas bongkar muat di Toko Terima Kasih dan Sumber Mas, pihaknya tetap menegur dan mengawasinya. Bahkan sejumlah petugas setiap hari berada di sana. Namun karena kesadaran masyarakatnya masih rendah sehingga aktivitas itu tetap terjadi. “Tapi masukan-masukan mahasiswa akan kami jadikan bahan acuan meningkatkan kinerja ke depan,” ujar Sugiarto.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Perijinan dan Pelayanan Terpadu (KPPT) Kota Bima terkait izin bongkar muat. “Saya berharap kerjasamanya. Apabila menemukan ada bongkar muat yang menggangu, segera didokumentasikan dan laporkan kepada saya,” pungkasnya.

Sementara, pihak KPPT melalui Kasi Pelaporan Suprianto ST, hanya bisa menjanjikan semua aspirasi PMII akan disampaikan pada pimpinannya. “Aspirasinya akan kami sampaikan, karena berhubung pimpinan kami sedang di luar daerah,” ujarnya.

Aksi PMII kemudin berlanjut di DPRD Kota Bima. Setelah beberapa saat berorasi, namun tidak satupun anggota DPRD setempat yang menemui mereka. PMII pun membubarkan diri secara teratur sekitar pukul 13.00 Wita. Aksi mereka di bawah pengamanan sejumlah personil Polres Bima Kota.

[yudha]

Related

Ragam 9148591425966268211

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item