Tuntutan Demo K2 Dompu akan Dibawa ke Banmus Wakil Rakyat

Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, menanggapi aspirasi Honorer K2. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Demonstrasi ratusan Calon Pegawai Negeri S...

Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, menanggapi aspirasi Honorer K2. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Demonstrasi ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Dompu Kategori Dua (K2), Nusa Tenggara Barat, Kamis, 15 September 2016, di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) berakhir tertib setelah adanya dialog wakil rakyat dan massa aksi.

Dialog dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Yuliadin didampingi Wakil Ketua Syirajuddin dan anggota Muhammad Iksan.


Dalam aspirasinya, massa aksi yang kebanyakan perempuan itu menuntut kepada pemerintah untuk mencabut SK Tim Verifikasi bentukan Bupati Dompu. Kemudian segera mengangkat mereka sebagai PNS, dan meminta Polda NTB untuk menghentikan proses hukum kasus dugaan korupsi K2 Dompu.

Merespon tuntutan massa aksi, Ketua DPRD pada prinsipnya menerima aspirasi para CPNS tersebut dan akan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus), guna menindaklanjuti tuntutan para demonstran.

Hasil rapat Banmus kata Yuliadin, akan memanggil para pihak yang terkait K2 untuk membahas tuntutan para demonstran. "Kita akan bahas dalam rapat Banmus" katanya.


Sementara, Koordinator Komunitas Honorer Asli 2005, Syamsuddin Some, menanggapi dingin aksi yang dilakukan oleh sebagian CPNS yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria oleh Tim Vrifikasi. "Itu hak demokrasi mereka kok," ujar Some.

Namun menurutnya, aksi para CPNS tersebut bentuk kegalauan tingkat tinggi dari pihak-pihak yang merasa diri melanggar hukum. "Negara kita negara hukum" tandas Some.

Lanjutnya, demonstrasi yang terjadi sekarang adalah isyarat tindakan orang yang melawan hukum. DPRD juga lebih paham persoalan hukum serta tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan proses hukum.  "Hukum akan melihat siapa mereka dan dasarnya apa," Some mengingatkan.

[yani]


Related

Headline 8724988370886752462

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item