Putera Sultan Bima XVI, Muhammad Putera Ferryyandi Dinobatkan Jadi Putera Mahkota

Prosesi Penobatan Putera Mahkota Kesultanan Bima, Muhammad Putera Ferryandi (duduk bersila). [yudha] AKTUALITA.INFO , Kota Bima – Penob...

Prosesi Penobatan Putera Mahkota Kesultanan Bima, Muhammad Putera Ferryandi (duduk bersila). [yudha]
AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Penobatan Jenateke (Putera Mahkota) Kesultanan Bima digelar di ASI Mbojo (Istana Kesultanan Bima), Mingu (18/09/2016). Putera mendiang almarhum H Ferry Zulkarnain ST Sultan Bima ke XVI dan Hj Indah Dhamayanti Putri (Bupati Bima saat ini), dinobatkan sesuai dengan keputusan Mejelis Adat Sara Dana Mbojo yang diketuai Dr Hj Siti Maryam binti Sultan Muhammad Salahuddin.

Putera Mahkota saat dinobatkan oleh Ketua Majelsi Adat Sara Dana Mbojo.
Prosesi penobatan berlangsung dalam suasana sakral. Putera Mahkota dinobatkan langsung oleh Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo, Ruma Mari (sapaan akrap Dr Hj Siti Maryam). Putri almarhum Sultan Bima XIV, Sultan Muhammad Salahuddin, yang bergelar Ruma Bumi Partiga ini, meletakan mahkota di kepala Muhammad Putera Ferryyandi. Itu pertanda bahwa gelar Putera Mahkota Kesultanan Bima resmi melekat pada cucu almarhum Sultan Abdul Kahir (Sultan Bima XV) tersebut.

Selain ribuan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima, penobatan putera mahkota disaksikan Raja dan Sultan se Nusantara yang dipimpin Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Disaksikan juga oleh mantan Gubernur NTB, Drs H Harun Al Rasyid MSi, mantan Sekretaris Daerah Provinsi NTB H Muhammad Nur SH MH, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr H Hamdan Zoelva SH MH, dan mantan Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Lalu Rudi Srigede. Selain itu, disaksikan Wakil Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin SE, Ketua DPRD Kota Bima dan Kabupaten Bima dan sejumlah anggota FKPD Kota dan Kabupaten Bima.

Sebelum prosesi penobatan oleh Ruma Mari, Muhammad Putera Feryyandi, diarak (kirab) oleh lima Ncuhi dari Lingkungan Sarata (Pasar Raya Bima) menuju ASI Mbojo (Istana Bima). Dikawal oleh pasukan berkuda (Jara Sarau) dan pasukan istana. Kirab jara sarau ini juga dikendarai oleh Jenateke (Putera Mahkota) didampingi para Ncuhi, yakni Ncuhi Dara, Ncuhi Dorowuni, Ncuhi Banggapupa, Ncuhi Parewa, dan Ncuhi Bolo. Acara ini juga diikuti oleh masyarakat, yang di dalamnya ada keluarga Penghulu Melayu dan Majelis Adat Sara Dana Mbojo.

Tiba di depan kediaman keluarga istana (pendopo), calon Putera Mahkota disambut ibundanya, Hj Indah Dhamayanti Putri, beserta seluruh keluarga. Calon Putera Mahkota kemudian diantar ke dalam Istana Bima, tempat berlangsungnya prosesi penobatan.

Putera Mahkota menyapa masyarakat usai penobatan dilakukan
Prosesi penobatan di dalam Istana Bima diawali dengan laporan oleh, Panglima Suba (Anwar Kalila) kepada Panglima Upacara (Rato Renda) untuk melakukan MIHU (pertanda acara akan dibuka). Dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi (Al-Quran) oleh Qori’ah Terbaik Nasional, Khairunnisah, SPd.I. Kemudian pembacaan Doa yang dipimpin TGH Abdurrahim Haris MA.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan dan penobatan oleh Ruma Bumi Partiga, Dr Hj Siti Maryam M Salahuddin (Ketua Majelis Adat Sara Dana Mbojo). Dengan Demikian, Muhammad Putera Feryyandi resmi menjadi Putera Mahkota Kesultanan Bima.

[yudha]

Related

Sosbud 8094408133569576732

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item