CIWILIMA ADALAH MIMPI BERSAMA

CIWILIMA ADALAH MIMPI BERSAMA Oleh : Adiansyah ( Pemerhati masalah Sosial, salah satu Inisiator CIWILIMA Community ) LATAR BELAK...


CIWILIMA ADALAH MIMPI BERSAMA

Oleh : Adiansyah
( Pemerhati masalah Sosial, salah satu Inisiator CIWILIMA Community )

LATAR BELAKANG

Semenjak kelulusan SMA pada 21 tahun yang lalu, di setiap diri pribadi alumni angkatan kelulusan SMA tahun 1995 muncul keinginan bersama untuk bersatu dalam sebuah wadah, Rumah Besar yang akan menyatukan semua lulusan SMA tahun 1995, lintas Sekolah. Sejak saat itu selalu ada kegiatan yang diadakan oleh mereka berupa reuni kecil-kecilan, tetapi masih dalam lingkup kecil, tiap sekolah atau setiap kelas. Banyak yang sudah merencanakan dibentuknya sebuah wadah besar tersebut, tetapi sampai awal tahun 2015 belum terlaksana karena berbagai alasan. Saya adalah salah satu dari sekian banyak yang mempunyai keinginan tersebut.

Sampai pada pertengahan tahun 2015, sekitar bulan Juni, saya menangkap kegelisahan teman-teman yang merindukan segera terbentuknya Si Rumah Besar (CiwiLima). Saya berinisiatif untuk mengumpulkan teman-teman lulusan tahun 1995 dari berbagai Sekolah. Dengan berbekal Nomor HP, Facebook dan dari mulut ke mulut, terkumpullah sekitar 50 orang yang saya gabungkan dalam sebuah Grup 95, di Whatsapp maupun BBM, sebagai wadah komunikasi awal terbentuknya organisasi ke depan.

Sejak saat itu, angkatan kelulusan tahun 95 mendapatkan sebuah Nama yg unik dan keren, CIWILIMA. Nama ini adalah hasil dari pergulatan diskusi dan pemikiran panjang di Grup Online tersebut. Dan sejak saat itu, komunitas CIWILIMA yang secara de Facto sudah ada walau tanpa kepengurusan, secara internal dan tanpa pemberitaan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu anggota CiwiLima lainnya yang membutuhkan uluran tangan bersama. Semua dilakukan dengan uluran tangan dalam kebersamaan antar anggota. Semua dilakukan dalam satu koordinasi secara tidak langsung, termasuk lewat Online.

ROAD TO CIWILIMA

Saya menginisiasi pembentukan CIWILIMA bersama teman-teman lewat media sosial, telepon maupun pertemuan langsung, baik dengan teman-teman di Dompu maupun luar daerah. Beberapa saudara yang kebetulan berada di Jakarta juga sangat patut dicatat namanya di sini karena ide-ide besar mereka. Sebutlah beliau : Om Samsuddin Kopassus, Mas Taufik, Om Damru, Om Komank, Om Dirman Jakarta dll. Kami cukup intens membicarakan peluang-peluang dan kemungkinan-kemungkinan terbentuknya organisasi CiwiLima. Terkadang kami duduk sampai jauh malam untuk mendiskusikan konsep-konsep kelak kalau CiwiLima sudah terbentuk secara de Jure. Salah satu prinsip dasar yang mau kita bangun adalah CIWILIMA yang bebas dari kepentingan Politik. CiwiLima murni bergerak dalam bidang sosial. Ini sebuah harga mati yang tidak bisa ditolerir sedikitpun. Dan nun jauh di sana, di Dompu, saya juga yakin beberapa teman menggodok konsep-konsep tersebut.

Kemudian tibalah suatu waktu Saudara Furkan yang kebetulan ada urusan pekerjaan di Jakarta. Beliau menjadi jembatan penghubung antara kami yang di Jakarta dengan konsep yang sudah hampir matang dengan saudara-saudara kami yang di Dompu. Kami yang di Jakarta menyerahkan kepercayaan pada saudara Furkan mengkoordinir teman-teman Dompu untuk secepatnya berkumpul, di mana saat itu ada beberapa teman di Dompu menginginkan saya untuk mengkoordinir. Tapi keadaan saya tidak memungkinkan itu semua terjadi.

Ada Pilkada 9 Desember... Untuk menghindari kesan keberpihakan politik dan ditunggangi kepentingan politik dalam event besar tersebut, maka rencana untuk berkumpul ditetapkan setelah selesai Pilkada, setelah bolak balik dari rencana bulan September 2015, mundur ke Desember akhir, sampai ditemukan tanggal tetap, 9 Januari 2016.

Dan Alhamdulillah acara reuni akbar itu berjalan lancar. Dalam proses ini, kita harus jujur mengakui peran besar saudaraku Mas Heru berserta Bu Chika, Bu Nia, Bu Is, dll... Mereka yang rela sampai ke pelosok-pelosok untuk mengabarkan berita gembira terbentuknya Rumah Besar bernama CiwiLima. Mereka merelakan liburan akhir tahun mereka hilang karena disibukkan oleh aktifitas memutari pelosok-pelosok Dompu. Tanpa saudara-saudara saya tersebut rencana pasti akan tinggal rencana saja. Saya Sangat terharu melihat kerja keras mereka. Hanya doa yang bisa saya panjatkan atas usaha-usaha mereka semua yang tidak kenal lelah. Saya percaya itu adalah amal Jariyah mereka semua yang terus mengalir kebaikannya selama CiwiLima eksis dan berbuat baik untuk sesama.

UNTUK APA CIWILIMA DIBENTUK ?

Kami semua sadar bahwa diantara teman-teman seangkatan kami, ada saudara-saudara yang hidupnya pas-pasan. Untuk merekalah CiwiLima ini hadir, yang mana mereka juga adalah Warga Dompu. Saya memimpikan CiwiLima yang bisa memberikan manfaat dan solusi untuk sesama anggota CiwiLima dan juga untuk masyarakat Dompu pada umumnya. Memperbaiki Internal dahulu baru kemudian eksternal. Kita bisa berbuat banyak untuk Dompu hanya jika kami sendiri sudah beres urusan internalnya.

MIMPI CIWILIMA DALAM LAMBANG

Impian saya dan juga teman-teman lainnya sudah saya tuang dalam LAMBANG CIWILIMA yang saya buat. Maka di sini saya akan menjelaskan mimpi besar tersebut :

1. WARNA
Ada 2 warna dominan dalam Lambang yang saya buat itu, yaitu Biru dan Putih.
Warna Biru mengandung arti kejujuran, ketenangan, kesetiaan, bisa diandalkan, keharmonisan, memberi kesan lapang, dan sensitif, yaitu sensitif pada keadaan sekitar. Disamping itu, warna Biru juga mewakili warna khas daerah kita yang ada dalam latar belakang Lambang Kabupaten Dompu.
Warna putih menjadi latar belakang, melambangkan kesucian berpikir, tanpa intrik-intrik dalam mencapai tujuan. Berlaku lurus dalam setiap langkah.

2. ANGKA 95
Dalam Lambang tersebut, ekor angka 9 saya bikin agak memanjang ke belakang. Melambangkan masa lalu. Masa lalu yang menyatukan kami. Masa lalu disaat masih sekolah dan ceria dalam persahabatan. Itu yang jadi modal dasar kami bersatu.
Kemudian angka 5 saya bikin kepalanya agak menonjol ke depan dan ke atas. Itu punya makna keinginan, cita-cita dan mimpi yang mempunyai misi ke depan dan tinggi. Apa itu mimpi CiwilLma? Kejahteraan Anggota CiwiLima dan Kesejahteraan Masyarakat Dompu. Itu...

3. TULISAN CIWILIMA
Dalam lambang tersebut, tulisan CiwiLima saya buat menembus angka 5. Apa artinya? CiwiLima tidak boleh terkungkung, tidak boleh terikat oleh kepentingan-kepentingan sesaat. CiwiLima adalah pendobrak kekakuan dan feodalisme. Mari dobrak ketidak-adilan dan kemunduran.

4. TULISAN COMMUNITY
Ada istilah lain yang bisa dipertimbangkan, yaitu Komunitas, Lembaga atau Kelompok dll. Kenapa memilih Bahasa Inggris? Yang jelas bukan untuk gaya-gayaan. Bahasa Inggris adalah bahasa Global. Cita-cita kami suatu saat adalah ingin CiwiLima bergaung ke belahan dunia lain, untuk cita-citanya dalam bidang kemanusiaan. Dan bahasa Inggris mau tidak mau harus kita akui adalah bahasa Global.

5. TAG LINE
Dalam kampanye PILKADA DAMAI yang diadakan oleh CiwiLima sebelum perhelatan Pilkada, saya mengusulan sebuah Tagline, yaitu : "Cua Ka co'i angi, Cua Ka Ese Angi, Cua Ka Sabua Angi". Ini menjadi sebuah landasan Filosofi, bahwa Kebersamaan adalah modal utama dalam CIWILIMA. Syarat utama untuk adanya Kebersamaan adalah “Cua Ka Co'i Angi, Cua Ka Ese Angi labo Cua Meci Angi”. Jika itu sudah ada, Maka “Ka Sabua Angi” akan muncul dengan sendirinya.

PELUANG DAN TANTANGAN CIWILIMA

Ibarat bayi yang baru lahir, maka CIWILIMA perlu perawatan intens. Merangkul semua pihak, tidak mengeliminasi para inisiator dari proses dan kegiatan Ciwilima, tetap fokus pada kegiatan sosial untuk membantu anggota Ciwilima khususnya dan masyarakat Dompu umumnya yang membutuhkan uluran tangan bersama, dan tetap pada rel untuk netral dan menghindarkan diri dari kepentingan politik manapun.

Itu adalah Tantangan CIWILIMA Community ke depan. Jika itu bisa dilakukan, maka saat tiba sang bayi CiwiLima untuk berlari, maka peluang berbuat kebaikan untuk masyarakat kian terbuka lebar. Saat itulah CiwiLima akan menjadi amal Jariyah yang pahalanya tidak terputus. Tetapi jika tantangan tersebut tidak bisa diantisipasi, maka CiwiLima akan layu sebelum berkembang, atau paling tidak anggotanya akan apatis. Terburuknya? Kelompok alumni lulusan SMA tahun 1995 yang tidak puas akan membentuk Komunitas yang lain, dan ini sangat tidak kita inginkan.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Februari 2016 yang baru lalu menjadi saah satu kegiatan awal CIWILIMA Community untuk menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat Dompu. Patut diapresiasi walaupun masih ada kekurangan yang patut dijadikan pelajaran agar bisa digunakan untuk perbaikan ke depan. Disamping harus selalu diingat bahwa kesejahteraan bersama dan membantu kesulitan sesama adalah tujuan utama dibentuknya Ciwilima. (*)

Wassalam

Related

Sudut Pandang 1369811756076301509

Posting Komentar Default Comments

  1. Apa yang dituangkan oleh bang Adiansyah betul2 suatu ide dan gagasan yg luar biasa dan kita harus akui beliau adalah salah seorang putra dompu yg memiliki pandangan serta konsep yang cukup bagus, saya pribadi sgt bangga bisa lahir dan besar bersama beliau dan berada ditengah2 community ciwilima kita..jangan lupakan tokoh2 perintis seperti bang Adiansyah..tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mas Agus, saudara sedari kecil yg mana kita tumbuh bersama.
      Kita perlu mengawal dan tetap peduli dengan Ciwilima,salah satunya dengan cara mengkritisi keputusan serta mendukung program yang baik.

      Hapus
  2. Semanagat Ciwi lima. Tetap menyebarkan Virus Kebaikan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah... Dengan dukungan berupa saran, masukkan dan kritikkan yg membangun, maka akan tercapai mimpi-mimpi tersebut menjadi nyata

      Hapus
  3. CIWILIMA dahsyat,,, kembangkan terus ide2 kreatifnya. Kita tunggu info terbaru dari CIWILIMA.

    BalasHapus
  4. CIWILIMA memang dahsyat,,, kembangkan terus ide kreatifnys,,,,
    Kita tunggu info terbaru dari CIWILIMA

    BalasHapus

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Comments

Recent

item