Juhaini Dicurigai Dukun Santet, Ini Kata Kades Nipa

Ruangan tempat Juhaini mengajar ngaji yang berantakan dirusak massa. /yudha Aktualita.info, BIMA – Kepala Desa (Kades) Nipa Kecamatan A...

Juhaini Dicurigai Dukun Santet, Ini Kata Kades Nipa
Ruangan tempat Juhaini mengajar ngaji yang berantakan dirusak massa. /yudha

Aktualita.info, BIMA – Kepala Desa (Kades) Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Burhanuddin SH, mengaku kaget seorang warganya Juhaini (45 thn) dicurigai dukun santet. Apalagi hingga terjadi penyerangan rumah yang dilakukan sejumlah warga Dusun Sangiang dan Ujung Kalate, Sabtu malam 1 November 2014. (baca: Dicurigai Dukun Santet, Rumah Juhaini Diamuk Massa)

Menurut Burhanuddin, Juhaini dikenal baik dan selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keperempuanan di Kecamatan Ambalawi, khususnya Desa Nipa. Bahkan, katanya, Juhaini tidak pernah alpa dari undangan berbagai organisasi untuk mengikuti kegiatan pelatihan skala nasional maupun internasional. “Ibu Juhaini dikenal aktifis gender terbaik di desa ini,” ujar Burhanuddin pada Aktualita.info di Desa Nipa, Minggu 2 November 2014.

Selain itu, lanjut dia, Juhaini juga dikenal sebagai guru ngaji bagi anak-anak di Dusun Pasir Putih. Kades mengaku tidak percaya tuduhan dukun santet terhadap Juhaini. “Kami tidak yakin itu hanya tuduhan yang tidak bisa buktikan,” kata Burhanuddin saat berama sejumlah warganya menjaga rumah Juhaini.

Menurut dia, peristiwa penyerangan rumah Juhaini yang spontan terjadi Sabtu malam itu, berawal dari kemarahan warga yang sebelumnya sudah terprovokasi dengan isu Juhaini dukun santet. Ceritanya, ada seorang warga Dusun Sangiang yang sakit dan kesurupan. Saat ditangani ‘orang pintar’ warga yang sakit itu menyebut-nyebut nama Juhaini telah menyantetnya. “Hal ini yang memicu masalahnya, tapi itu kok dipercaya,” tandasnya.

Burhanuddin mengaku, bebarapa waktu lalu Juhaini pernah meminta dilakukan sumpah pocong untuk membuktikan tuduhan itu. Namun pihaknya tidak melaksanakan karena pertimbangan kemungkinan terjadinya gesekan dua keluarga tersebut. “Sulit dan dilematis dilaksanakan karena siapa yang benar dan yang salah sangat riskan terjadi gesekan nantinya,” jelasnya.

Dia berharap pascaperistiwa penyerangan rumah Juhaini, masyarakat bisa menahan diri dan tidak terpancing dengan isu yang sulit dibuktikan. “Sementara kami sedang memulihkan keadaan dulu. Nanti akan ada langkah-langkah perdamaian,” kata Burhanuddin.

Kapolsek Ambalawi, IPDA Wahyudin, mengaku telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang-bukti pengeruskan rumah Juhaini telah diamankan untuk dilakukan proses penyelidikan. “Proses penyelidikan sedang berlangsung, korban bersama tiga anaknya sementara mengamankan diri di Mapolsek,” kata Wahyudin

[yudha]

Related

Hukrim 1218834180583515208

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item