Diisukan Pakai Formalin, Omzet Penjualan Jagung Rebus Menurun Drastis

Sharina, pedagang jagung di Panda. /aktualita.info Aktualita.info, BIMA – Jagung rebus dan jagung bakar yang dijual di Desa Panda Kecam...

Diisukan Pakai Formalin, Omzet Penjualan Jagung Rebus Menurun Drastis
Sharina, pedagang jagung di Panda. /aktualita.info

Aktualita.info, BIMA – Jagung rebus dan jagung bakar yang dijual di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, diisukan menggunakan bahan pengawet (formalin). Isu yang diduga dihembuskan seorang pegawai kontrak Dinas Kesehatan di Kota Bima tersebut, mengakibatkan omzet penjualan jagung menurun drastis.

Menurut pedagang jagung di Desa Panda, Sharina, isu penggunaaan bahan pengawet terjadi sejak beberapa hari terakhir. Oknum penyebar isu diduga seorang pegawai di Dikes Kota Bima berinisial Nv. “Isu yang tidak benar itu dimasukan oleh oknum pegawai Dikes Kota Bima dalam akun facebooknya,” katanya di Panda, Rabu 15 Oktober 2014.

Dia mengatakan isu penggunaan formalin yang awalnya disebar melalui media facebook kini beredar luas di tengah masyarakat. Akibatnya, omzet penjualan jagung menurun drastis. Biasanya sehari laku terjual hingga Rp600 ribu, namun kini tidak sampai Rp100 ribu. “Bahkan tidak ada yang laku samasekali,” kata Sharina.

Isu penggunaan formalin yang dilakukan oknum, menurut dia merupakan upaya ‘membunuh’ usaha pedagang kecil di Desa panda. Karena katanya, tidak mungkin pedagang menggunakan formalin pada barang jualan sekelas jagung. “Buat apa kita pakai formalin sementara jagung yang kita rebus dan bakar tetap laku pada hari itu juga,” ujar Sharina. “Lagian kita bakar dan rebus jagung sesuai kebutuhan untuk jualan sehari itu saja,” ujarnya lagi.

Sharina mengatakan isu penggunaan formalin menjadi masalah serius bagi para pedagang jagung di Panda. Para pedagang jagung, katanya, akan menyikapi hal itu. “Kami akan datangi Dikes Kota Bima tempat oknum bekerja untuk minta klarifikasi,” tandasnya.

Pantauan Aktualita.info, aktivitas penjualan jagung di Desa Panda tidak seperti biasanya. Lapak-lapak tempat pedagang menjual jagung rebus dan jagung bakar yang sebelumnya ramai dikunjungi pembeli, kini sepi pengunjung. Bahkan, sejumlah lapak terlihat kosong tanpa ada aktivitas penjualan jagung. “Kondisi ini pengaruh dari isu formalin itu. Pedagang jagung ada yang sementara menutup jualannya karena sepi pembeli,” terang Sharina.

[yudha]

Related

Ragam 40361678476538072

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item