Diduga Bermasalah, Proyek Kolam Renang Lawata Dibidik Polres Bima Kota

AKTUALITA.INFO , KOTA BIMA - Pembangunan kolam renang di lokasi wisata Pantai Lawata Kota Bima diduga bermasalah. Proyek dengan pagu dana se...

AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA - Pembangunan kolam renang di lokasi wisata Pantai Lawata Kota Bima diduga bermasalah. Proyek dengan pagu dana sekitar Rp800 juta tersebut kini dibidik Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota.

Kolam renang Lawata
Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono S.IK SH melalui Kasat Reskrim IPTU Hilmi Manossoh Prayugo S.IK mengaku, pihaknya sudah turun langsung meninjau sekaligus mengecek kolam renang yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan tersebut.

Kata dia, hal itu guna memastikan laporan masyarakat serta informasi-informasi dari pemberitaan media masa dan media sosial. Terkait sarana penunjang lokasi wisata yang jadi salahsatu icon Kota Bima tersebut, yang diduga bermasalah.

“Kami melakukan peninjauan dan cek di tempat wisata Kota Bima tersebut, berawal dari laporan masyarakat serta informasi lewat pemberitaan di media sosial terkait adanya beberapa fasilitas yang diduga bermasalah atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Hilmi di Polres Bima Kota, kemarin.

Diungkapkan, dari hasil pengecekan pihaknya tidak melihat adanya saluran pembuangan di kolam renang yang sudah rampung dibangun tersebut. Selain kolam renang, pihaknya juga melihat dan mengecek ada 4 unit Banana Boat. 2 unit terlihat sudah terpompa dan 2 unit masih dalam keadaan tergulung.

"Sedangkan mesin karcis masih dalam keadaan baik saat diperiksa kemarin, walaupun sebelumnya sudah ada laporan bahwa mesin karcis tersebut sempat rusak," ungkap Hilmi.

Dijelaskan, untuk memastikan proyek kolam renang serta sarana dan prasarana lain yang ada di Pantai Lawata tersebut tidak bermasalah, pihaknya akan melihat dahulu dokumen-dokumennya.

Dia mengaku sudah melayangkan surat permintaan dokumen tersebut ke Dinas Pariwisata Kota Bima, pekan lalu. Namun hingga kini, dokumen yang diminta tersebut belum disampaikan oleh dinas terkait. "Kami akan periksa dulu dokumennya, untuk memastikan adanya masalah atau tidak," pungkas Hilmi.

Related

Hukrim 6105103331702590162

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item