Tambora dan Satonda, Destinasi Wisata Potensial di NTB

Sunrise di pantai Nangamiro lereng gunung Tambora. /yd Kemah Jurnalis di Lereng Gunung Api Tambora Oleh: Yudha LM. Tudiansyah ...

Tambora dan Satonda, Destinasi Wisata Potensial di NTB
Sunrise di pantai Nangamiro lereng gunung Tambora. /yd

Kemah Jurnalis di Lereng Gunung Api Tambora

Oleh: Yudha LM. Tudiansyah

KEMAH Wisata Jurnalis di lereng gunung Tambora pada Jumat dan Sabtu, 20-21 Maret 2015, sangat memikat. Bagi orang lain terutama yang ada di Kabupaten Dompu mungkin hal yang biasa karena sudah beberapa kali melakukannya. Tapi bagi beberapa diantara kami jurnalis di Kota Bima, tidak berlebihan jika menganggapnya sebagai kesempatan yang luar biasa. Karena kesempatan kemah wisata di lereng gunung yang telah mendunia dengan sejarah letusan dahsyatnya itu, adalah yang pertama kali. Apalagi, bertepatan dengan momentum peringatan dua abad letusannya, yang beberapa pekan lagi akan digelar (11 April 2015). Event 


Event Tambora Menyapa Dunia diharapkan menjadi momentum pengembangan pariwisata dan investasi di Kabupaten Dompu dan Bima tidak bisa lepas dari peran media massa yang akan membantu mempublikasikannya. Peran ini akan maksimal apabila media mendapatkan pemahaman yang utuh dan mendalam soal potensi wisata serta investasi yang ada di sekitar lereng gunung Tambora. 

Didasari potensi-potensi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Dompu menggelar Kemah Wisata Jurnalistik di lereng Gunung Tambora dalam rangka mengunjungi beberapa potensi pariwisata sekitarnya. Dalam Kemah Wisata Jurnalistik ini, PWI Dompu mengundang PWI NTB, pengurus PWI Perwakilan Bima dan Sumbawa. Selain itu, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik se-Pulau Sumbawa. 

Kemah wisata Jurnalistik di lereng gunung Tambora, Jumat dan Sabtu (20-21 Maret 2015) ini bertujuan menggali potensi pariwisata dan investasi untuk pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar lereng gunung Tambora Kabupaten. Selain itu, sebagai wahana silaturrahim dan upaya penyamaan persepsi wartawan di pulau Sumbawa terhadap peningkatan pembangunan, wahana transformasi informasi wisata gunung Tambora dan sekitarnya pada publik, serta meningkatkan interaksi sosial. 


Gunung Api Tambora, Pulau Satonda, dan Padang Savana Destinasi Wisata Potensial di NTB 

Gunung Api Tambora terletak di Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut) dan Kecamatan Tambora Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara). 

Padang Savana di lereng Gunung Tambora.
Cerita singkatnya, Dunia mengenal Gunung Api Tambora karena sejarah kelamnya dua abad lalu. Sejarah kelam dengan letusan dahsyatnya pada tahun 1815 silam, mengubur tiga kerajaan yakni Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat, dan Kerajaan Sanggar. Sekitar 100.000 penduduk tewas dalam letusannya saat itu. Benua amerika dan eropa pun ‘termakan’ dahsyatnya letusan Gunung Api Tambora yang ditandai gagal panen beberapa negara dua benua kala itu. 

Dua abad pasca-letusan, kini Gunung Api Tambora dan sekitarnya menjadi magnet para peneliti dan wisatawan. Bahkan Gunung Api Tambora dan sejumlah kawasan sekitarnya kini menjadi salahsatu ikon dan destinasi wisata yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Sejarah kelam duaratus tahun lalu menjadi kenangan yang akan diabadikan oleh pemerintah dalam sebuah momentum ‘Tambora Menyapa Dunia’. 

Peringatan dua abad meletusnya gunung Tambora yang dirangkai dalam event Tambora Menyapa Dunia oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengungkit memori kognitif masyarakat dunia terhadap Tambora sebagai momentum pengembangan pariwisata dan investasi di Kabupaten Dompu. Jelasnya Tambora dinisbatkan sebagai ikon pariwisata untuk memperkenalkan budaya, tradisi, dan daya tarik alam Kabupaten Dompu dan Bima sebagai destinasi wisata yang potensial di NTB. 

Panorama bawah air danau Satonda.
Di samping daya tarik eksotis Gunung Tambora sebagai stratovolcano aktif dengan kaldera berdiameter 6,2 kilometer, Pulau Sumbawa juga menawarkan alam nan indah. Tak jauh dari Tambora, terdapat Teluk Saleh - teluk terbesar di Indonesia dengan kekayaan ikan, rumput laut dan mutiara. 

Kemudian terdapat pulau Satonda. Di dalam pulau seluas 4,8 kilometer persegi itu terdapat danau seluas 0,8 kilometer persegi. Kerap menjadi persinggahan wisatawan dalam pelayaran dari Bali ke Flores, Satonda dipuji sebagai salahsatu keajaiban alam dunia. Eksotisme Pulau Satonda, juga Teluk Saleh, dan padang savana yang terhampar luas di lereng Tambora itulah yang akan “dijual” kepada masyarakat melalui serangkaian aktivitas promotif dengan mengambil momentum peringatan dua abad letusan Tambora. (*)


Related

Sosbud 8601498417373040350

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Ayo..! Ke TPS

ASN Netral..!

Comments

Recent

DAFTAR CALON.TETAP (DCT) DPRD KABUPATEN BIMA

item