Empat Calon Polisi di NTB Digugurkan Lantaran Orangtuanya Ketahuan ‘Nyogok’

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , Mataram – Empat calon anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengikuti seleksi penerimaan terp...

Ilustrasi

AKTUALITA.INFO, Mataram – Empat calon anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengikuti seleksi penerimaan terpadu Bintara Polri Tahun 2017 melalui Panitia Daerah (Panda) Polda NTB, digugurkan.

Keempat orang tersebut dinyatakan gugur karena diduga terindikasi melakukan praktik suap (sogok). Tim pengawas internal kepolisian menemukan indikasi bahwa orangtua calon siswa Polri itu melakukan sogokan sehingga anaknya dinyatakan tidak lulus (gugur).

Dilansir portal TribrataNewsNTB, penerimaan terpadu Bintara Polri telah memasuki tahap akhir penetapan kelulusan yang dilaksanakan, Sabtu, 5 Agutus 2017, bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.

Dari hasil supervisi sebanyak 190 calon siswa dinyatakan memenuhi syarat dengan adanya perwakilan dari setiap kota/kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Namun dari Mabes Polri, quota untuk Polda NTB sebanyak 162 siswa. Dengan rincian 146 siswa Bintara Polisi Laki-laki (Polki) tugas umum, sembilan siswa Bintara Polisi Wanita (Polwan) tugas umum, lima siswa Bintara Polki tugas khusus TI, dan dua Bintara Polwan tugas khusus TI.

Dari keseluruhan calon siswa yang dinyatakan lulus dan terpilih menuju pendidikan, empat orang diantaranya terindikasi melakukan praktik suap oleh tim pengawas internal. Orangtua calon siswa tersebut diduga ketahuan melakukan sogokan sehingga anaknya dinyatakan tidak lulus.

Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono selaku Wakil Ketua Panitia Daerah pun geram. Dia menyampaikan kepada seluruh calon siswa maupun orangtua agar tidak melakukan hal serupa.

“Empat calon Polisi, yang seharusnya lulus menjadi tidak lulus akibat kelakuan orangtuanya. Saya sudah ingatkan dari awal tatap muka saya bersama bapak dan ibu sekalian saat membuka proses seleksi, jangan lakukan pelanggaran, menyogok oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Wakapolda dalam sambutannya sebelum pengumuman hasil tes penerimaan calon terpadu sebagaimana dilansir TribrataNewsNTB.

Diketahui, keempat calon siswa tersebut yakni dua calon Bintara Polki tugas umum, satu calon Bintara Polwan tugas umum, dan satu calon Bintara Polki tugas khusus teknologi informasi. Keempatnya memiliki nilai yang sangat bagus tapi akhirnya tidak diluluskan.

“Keempatnya seharusnya disini masuk, lulus menjadi calon Polisi, tapi karena orangtuanya memberikan uang dan ketahuan, anaknya tidak jadi diluluskan. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan kecewa anak-anak itu, karena yang salah justru orangtuanya sendiri,” ujar Wakapolda.

Dia menegaskan, bagi orangtua siswa yang anaknya berhasil lulus menuju pendidikan, jangan bernafas lega. Jika nanti di kemudian hari diketahui oleh tim pengawas internal pernah melakukan sogokan, maka anaknya akan dikeluarkan dari Sekolah Kepolisian Negara (SPN).

“Kalau toh di depan saya ini berhasil masuk pendidikan namun ada yang belum ketahuan, tim pengawas internal akan tetap melakukan penyelidikan. Setelah ditemukan dan terbukti, siswanya akan langsung saya pecat,” tegas Wakapolda.

Dia menambahkan, akan segera memproses oknum anggotanya yang terlibat dalam praktik sogok menyogok tersebut. Prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH) dalam setiap penerimaan Polri tetap dikedepankan tanpa pandang bulu.

[Akt]

Related

Hukrim 1183111660261689037

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item