Gubernur NTB Sekaligus Ulama Dihina, Masyarakat Tolak Maaf Stev

Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi (tengah) dalam suatu acara Wali Kota Bima dan Kepala BPK Perwakilan NTB. [ist]  AKTUALITA.INFO , Dompu ...

Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi (tengah) dalam suatu acara Wali Kota Bima dan Kepala BPK Perwakilan NTB. [ist] 

AKTUALITA.INFO, Dompu - Stev yang diduga menghina Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Zainul Majdi atau akrab disapa TGB, adalah mahasiswa asal jakarta.

Hasil penelusuran dari identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berhasil didapatkan, diketahui Stev kelahiran Jakarta (sekitar 26 tahun silam), warga Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Stev merupakan pria lajang (status belum kawin) dengan pekerjaan Pelajar/Mahasiswa.

Untuk diketahui, Minggu, 9 April 2017, Stev terlibat antrean dengan Gubernur NTB sekaligus Ulama di Bandara Changi, sekitar pukul 14.30 waktu Singapura.

Informasi dari hasil penelusuran Aktualita.info, kejadian saat itu dimana TGB beserta istri tengah mengantre di bandara setempat. Karena ingin mengetahui info penerbangan, TGB keluar dari antrean untuk bertanya kepada salah seorang petugas bandara.

Usai mendapatkan informasi, TGB kemudian kembali dan bergabung dengan istri yang tetap mengantre. Saat itulah Stev diduga mulai marah dan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas "Pribumi T**o" adalah singkatan dari ti**s ko**r. Dari kejadian itu Gubernur NTB melaporkan kejadianya kepada Polisi.

Belakangan, Stev menyadari kesalahan dan kekhilafannya itu. Stev kemudian meminta maaf dengan mengajukan surat permohonan maaf yang ditandatangi di atas materai Rp 6.000. Sementara TGB memaafkan pemuda itu.

Walaupun demikian, masyarakat NTB tetap tidak bisa menerimanya dan meminta agar kasus tetap diproses secara hukum. Hal itu juga terpampang dalam bentuk komentar di media sosial facebook yang kini menjadi viral.

Sementara itu, sebagaimana dilansir Republika.co.id, TGB meminta warga NTB tidak tersulut emosi terkait penghinaan yang dilakukan seorang mahasiswa terhadap dirinya.

Ia juga meminta warga NTB tetap tenang dan tidak terprovokasi atas isu ini. TGB juga melarang adanya aksi di Islamic Center terkait apa yang ia alami. TGB juga sudah memaafkan Stev.

Hal ini diungkapkan melalui juru bicaranya, Yusron Hadi. Yusron yang menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB mengatakan, permintaan maaf Stev yang disampaikan melalui Kamis (13/4) kemarin, sudah cukup mewakili semuanya. "Sudahlah jangan diperpanjang, beliau (TGB) sudah memaafkan," ujar Yusron di Mataram, NTB, Jumat (14/4).

TGB, lanjut Yusron, menyayangkan seorang anak muda yang memiliki sikap seperti itu. "Tidak baik hal ini terus digelindingkan. Cukup apa yang disampaikan di atas sudah mewakili sikap beliau. 

Sangat disayangkan ada pemuda yang punya sikap demikian," ucap Yusron. TGB mengajak semua pihak untuk lebih arif dan proporsional dalam menyikapi hal ini.

[yani]

Related

Hukrim 6787494720014333949

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item