Ini Dampak Banjir Bandang Jilid III di Kota Bima

Anggota Polres Bima Kota saat membantu membersihkan rumah warga terdampak banjir. [mrs/ist] AKTUALITA.INFO , Kota Bima – Banjir banda...

Anggota Polres Bima Kota saat membantu membersihkan rumah warga terdampak banjir. [mrs/ist]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Banjir bandang yang kembali menerjang Kota Bima pada Minggu, 26 Maret 2017, berdampak signifikan terhadap sejumlah sarana dan prasarana pemerintah dan rumah warga pada 24 kelurahan dalam 5 kecamatan. 

Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Humas dan Protokol Setda melaporkan, sebanyak 45.447 jiwa (11.793 kepala keluarga) terdampak banjir yang terjadi sore sekira pukul 16.30 Wita hingga malam itu.

Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Sore, Beberapa Wilayah Kota Bima Dilanda Banjir, Warga Mulai Mengungsi

Wali Kota Bima saat memantau kegiatan pembersihan usai
banjir menerjang.
Jumlah warga yang mengungsi sebanyak 4.277 jiwa yang tersebar pada 32 titik pengungsian. Diantaranya : Masjid Sultan Salahudin Paruga, masjid Baitul Hamid Penaraga, masjid Nurul Mubin Penaraga, masjid Istiqomah Penatoi, kantor Walikota, masjid Lewirato, kantor KPPN Bima, RS PKU Muhammadiyah, SMPN 13 Tanjung, masjid Al-Muwahidin Pane, Toko Bolly Monggonao, gunung Raja Dara, jalan baru Tanjung, masjid Baitul Maqdis Tanjung, kantor FIF Nae dan Paruga Nae Manggemaci.

Sarana dan prasarana pemerintah terdampak banjir diantaranya 6 sekolah (SD/MI/SMP/MTs), 2 Puskesmas, dan 8 ruas jalan. Sedangkan lahan pertanian seluas 77 hektare tanaman padi berumur lebih dari 65 hari terdampak dengan rincian rusak berat/puso sebanyak 15 hektare.

“Proses belajar-mengajar 6 sekolah ini terganggu karena ruang kelas berlumpur. Dua Puskesmas juga terendam banjir sehingga mengganggu proses layanan kesehatan. Selain itu perabot dan alat kesehatan rusak sedang,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP, MM, Senin, 27 Maret 2017.

Ia mengaku pemerintah telah melakukan berbagai upaya tanggap darurat. Seperti pembersihan lumpur pada 8 ruas jalan oleh Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Kepolisian, dan masyarakat. Kemudian, distribusi logistik berupa nasi bungkus dan air pada titik pengungsian, pendirian dapur umum di BPBD Kota Bima. “Pemkot menetapkan masa tanggap darurat selama lima hari (26-30 Maret 2017),” katanya. 

“Penyebab banjir krena curah hujan di hulu intensitas lebat dan sangat lebat, sehingga sungai Padolo dan sungai Raba Salo meluap ke permukiman dan areal persawahan. Warga yang mengungsi sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelas Syahrial menambahkan.

Sebelumnya, Kota Bima diterjang banjir bandang pada tanggal 22 dan 23 Desember 2016.

[dien/mrs]

Related

Headline 989604919094636718

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item