Dinilai Membangkang, Ketua dan Bendahara DPC PDIP Dompu Dibebastugaskan

Kedua dari kanan H. Supardi, Wakil Ketua DPD PDIP NTB sekaligus Ketua Pelaksana harian DPC PDIP Kabupaten Dompu, serta pengurus DPC PDIP D...

Kedua dari kanan H. Supardi, Wakil Ketua DPD PDIP NTB sekaligus Ketua Pelaksana harian DPC PDIP Kabupaten Dompu, serta pengurus DPC PDIP Dompu, menunjukan SK DPP PDIP. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) membebas tugaskan Imansyah Soebari dan Sahrudin, masing-masing sebagai Ketua dan Bendahara DPC PDIP Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pembebas tugasan keduanya sebagaimana tertuang kedalam surat keputusan Nomor: 199/KPTS/DPP/XII/2016 dan 198/KPTS/DPP/XII/2016, yang ditandai tangani oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Surat Keputusan tersebut sekaligus menunjuk dan mengangkat H Supardi dan Nadira, sebagai Ketua dan Bendahara, Pelaksana Harian DPC PDIP Kabupaten Dompu, terhitung sejak tanggal 6 Desember 2016. Imansyah Soebari dan Sahrudin sendiri dalam masa kepengurusan sebenarnya akan menjabat dalam masa bakti 2015 hingga 2020.

Berdasarkan SK tersebut, keduanya dibebas tugaskan karena dinilai telah melakukan pembangkangan terhadap instruksi partai, perihal rekomendasi DPP dalam pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu pada Pilkada serentak tahun 2015 lalu.
Konsekuensi atas SK tersebut, keduanya dilarang melakukan kegiatan apapun yang mengatasnamakan kepengurusan DPC PDIP Kabupaten Dompu.

“Terhitung sejak tanggal 6 Desember 2016, saudara Imansyah Soebari dan Sahrudin telah dibebas tugaskan dari melaksanakan tugas partai,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP NTB H Supardi, dalam konfrensi pers yang digelar di Dompu, Selasa, 13 Desember 2016.

Diungkapkan, Imansyah Soebari secara masif mendukung pasangan lain. Dengan cara menempatkan Bendahara DPC dan beberapa PAC sebagai tim pemenangan pasangan dimaksud. Hal itu merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin partai.

Supardi menjelaskan, keputusan pembebasan tugas diambil setelah dilakukan pertimbangan yang matang berdasarkan surat tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang membuat mosi tidak percaya kepada Imansyah Soebari.

Alasan lain, kata Supardi, terkait adanya permintaan dana terhadap pasangan calon yang diusung oleh partai, tanpa diketahui oleh Sekretaris DPP. "Dia (Imansyah Soebari) telah meminta dana untuk dikelola sebesar 3,5 miliar kepada calon tanpa sepengetahuan DPP," ungkap dia.

Menurut Supardi, saat rapat kerja daerah telah dilakukan klarifikasi. Namun Imansyah Soebari tetap ngotot menolak tuduhan. Bahkan menunjuk Ketua DPD PDIP NTB H Rahmat Hidayat dengan tangan kiri. “Keputusan pembebasan tugas tersebut merupakan proses demokrasi di dalam tubuh partai,” katanya.

Pada kesempatan itu, Supardi selaku koordinator wilayah Dompu dan Bima menyampakain permohonan maaf kepada dua kader PDIP tersebut. “Ini adalah sebuah proses demokrasi dan tidak ada sikut menyikut dengan adanya surat keputusan tersebut,” kata dia.

Supardi menegaskan, SK pembebasan tugas bukan berarti menghilangkan keduanya sebagai kader partai. Apabila keduanya menghormati surat keputusan dan berkelakuan baik dalam penilain partai, maka tidak tertutup kemungkinan nama keduanya akan dilakukan pemutihan kembali pada kongres partai nantinya.

“Selama mereka berperilaku baik dan menerima dengan baik keputusan ini, Insya Allah DPC PDI Perjuangan Dompu, baik saya maupun yang akan menjadi Ketua DPC nantinya akan mengajukan yang bersangkutan untuk diputihkan namanya pada kongres. Karena hanya kongreslah yang bisa menyelesaikan masalah ini,” jelas Supardi.

Supardi menambahkan, berdasarkan surat tugas dari partai yang menunjuk dirinya sebagai Ketua Pelaksana Harian DPC PDIP Kabupaten Dompu, dalam beberapa bulan ke depan akan melakukan koordinasi dan konsolidasi guna menjaga stabilitas Partai. Termasuk persiapan pelaksanaan Musyawarah Cabang.


[yani]

Related

Politik 3197201303552848579

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item