Jadi Sentra Produksi Bawang Merah Nasional, Kabupaten Bima Diapresiasi

AKTUALITA.INFO , Bima – Indonesia salah satu Negara yang kaya akan potensi alamnya. Salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah...

AKTUALITA.INFO, Bima – Indonesia salah satu Negara yang kaya akan potensi alamnya. Salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah Kabupaten Bima. Dimana potensi yang sangat luar biasa itu cukup ideal sebagai pengembangan kawasan di bidang pertanian, salah satunya adalah penanaman bawang merah.

Ir Yasin Taufik MM
Atas keberhasilan tersebut, Kabupaten Bima sebagai sentra produksi bawang merah nasional yang menjajikan mendapat apresiasi dari Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultural, Ir Yasin Taufik MM.

“Kami bersyukur atas kesuksesan ini sebagaimana target yang dicanangkan untuk pemgembangan holtikultural yang diamanahkan kepada Dirjen Hortikultural, salah satunya berasal dari Kabupaten Bima,” ujar Yasin saat menyampaikan sambutan di halaman kantor Pemkab Bima, Rabu (30/11/2016).

Ia mengatakan sesuai dengan apa yang diperintahkan dan diamanahkan oleh Kementerian Pertanian RI kepada Dirjen Hortikultural untuk pengembangan di bidang holtikultural yaitu tanaman cabe dan bawang. “Untuk Bima hanya diberi satu saja untuk memberikan kontribusi kesuksesan dirjen hortikultural yaitu bawang,” katanya.

Selain itu Yasin mengapresiasi kinerja bupati beserta jajarannya. Karena sudah memberikan kontribusi terhadap produksi bawang merah. Dimana tahun 2014 konribusi Bima sekitar 6 persen. Meningkat sekitar 7,5 persen di tahun 2015, dan itu sudah masuk produksi dan persediaan pangan nasional sekitar 10,5 persen. “Jadi ada peningkatan produksi sekitar 30 persen,” sebutnya.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari kinerja Pemerintah Daerah dan SKPD di lingkup Pemkab Bima. Ia menyampaikan tahun 2014 luas areanya hanya 50 hektare dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Awalnya hanya 38 hektare kemudian ditambah oleh Menteri Pertanian melalui Dirjen Hortikultural menjadi 240 hektar. Sehingga anggarannya menjadi Rp 18 miliar untuk tahun 2015, sedangkan tahun 2016 meningkat menjadi Rp57 miliar. “Anggaran ini tidak ada alokasi dari Dirjen Hortikultural baik untuk provinsi maupun kabupaten di Indonesia, kecuali Kabupaten Bima,” terangnya.

Menurutnya, ini harus disyukuri karena sangat luar biasa keputusan yang diambil Dirjen Hortikultural. Keputusan itu berbeda dengan yang lainnya walaupun penuh dengan risiko tinggi. “Jadi kami alokasikan anggaran itu sangat luar biasa di Bima tetapi untuk dua bulan ini tahun 2016 kami sangat intens dikritik dan didemo,” ungkap Yasin.

Ia menegaskan, jika persoalan bawang belum bisa diatasi dan masih diributkan seperti sekarang ini, pihaknya tidak segan-segan untuk memindahkan anggaran tersebut ke daerah lain. “Ini yang harus dipahami oleh semua elemen yang ada di Kabupaten Bima karena ini menyangkut citra, kredibilitas, dan aspek legal. Harus bersinergi dengan aturan yang ada,” tandasnya.

Oleh karena itu katanya, pihaknya tidak akan mencabut sekarang tapi diturunkan menjadi 30 persen dari aggaran 2016 sebanyak Rp 57 miliar menjadi Rp 16 miliar untuk 2017. “Karena keputusan tersebut merupakan kewenangan Dirjen untuk mencabutnya. Sebab tidak ada beban bagi kami. Bahkan mengosongkan juga anggaran jika masalahya belum teratasi,” jelas Yasin.

Yasin menambahkan, kerangka dalam mencapai target-target peningkatan produksi, maka Bima menjadi prioritas utama. Karena melihat potensinya sangat besar dalam pengembangan bawang merah sebagai pasokan bawang merah nasional. “Semua elemen harus bergerak dibidang pembangunan. Kami bersyukur Bima sebagai salah satu sentral produksi bawang di Indonesia setelah Brebes dan Ngnajuk,” pungkasnya.


[moen]

Related

Pemerintahan 7014023866546771828

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item