Perangi Sampah, Cara Komunitas Pramuka di Bima Maknai Hari Sumpah Pemuda

Komunitas Pramuka Peduli Kabupaten Bima membersihkan sampah di sepanjang jalan Desa Wilamaci.  AKTUALITA.INFO , Bima - Beragam kegiat...

Komunitas Pramuka Peduli Kabupaten Bima membersihkan sampah di sepanjang jalan Desa Wilamaci. 

AKTUALITA.INFO, Bima - Beragam kegiatan yang dilakukan pemuda dan pemudi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dalam memaknai momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016. Diantaranya mengimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dalam gerakan nyata.

Seperti yang dilakukan generasi penerus bangsa yang tergabung dalam Komunitas Pramuka Peduli (KPP) Kabupaten Bima. Dimotori Arief Rachman, ratusan anggota KPP Kabupaten Bima membersihkan lingkungan dari sampah di sepanjang jalan Desa Wilawaci dan sekitarnya, yang dimulai dari Ponpes Assodaqoh. Gerakan bersih lingkungan KPP Bima dilakukan usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2016.

“Mengimbau dan mengajak para pemuda untuk memerangi sampah, itulah cara kami memaknai Hari Sumpah Pemuda,” ujar Koordinator KPP Kabupaten Bima, Arief Rachman.

Bersama ratusan anggota Pramuka Siaga dan Penggalang yang mengikuti perkemahan serta masyarakat sekitar, Arief mengumpulkan sampah plastik. Di hadapan siswa dan warga, Arief yang didampingi Ustadz Harby Toto yang juga Koordinator KPP Parado, menggelorakan semangat untuk memerangi sampah plastik.

“Jika tidak, dikuatirkan sampah plastik yang tidak bisa terurai dalam hitungan puluhan bahkan ratusan tahun ini akan merusak ekosistem, tanah, dan terumbu karang yang ada,” kata Arief.

Menurutnya, penanganan sampah plastik diperlukan dukungan dan kerjasama semua pihak. Di lingkungan sekolah, Arief meminta para Pembina Pramuka untuk selalu mengajarkan adik-adik pramuka untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Di lingkungan sekolah tidak boleh ada sampah berserakan,” tandasnya.

Ustadz Harby Toto mengaku senang bisa melakukan kegiatan ini. Menurutnya, Kabupaten Bima sebagai daerah pertanian harus dijaga ekosistem dan tanahnya. “Dan sebagai daerah pariwisata, jika kondisinya sudah bersih dan tidak ada sampah plastik, akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” katanya.

[yudha]

Related

Sosbud 7672960568800260293

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item