Etika dan Hal-Hal yang Sebaiknya tidak Dilakukan di Media Sosial

Suasana kegiatan Bengkel Komunikasi Berkampanye Lewat Media Sosial yang digelar BaKTI Makassar. /yd Aktualita.info, MAKASSAR – Fenome...

Suasana kegiatan Bengkel Komunikasi Berkampanye Lewat Media Sosial yang digelar BaKTI Makassar. /yd

Aktualita.info, MAKASSAR – Fenomena media sosial kian berkembang di Indonesia. Bursa Pengetahuan Kawasan Indonesia Timur (BaKTI) Makassar, Sulawesi Selatan, merilis bahwa Indonesia menempati peringkat empat pengguna Facebook terbesar di dunia setelah USA, Brazil, dan India. Hal ini menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial. 

Penggunaan media sosial dalam aktivitas sosial memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah media sosial memiliki kekuatan dalam menjangkau khalayak luas dengan cara yang mudah. Karenanya media sosial dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sosial. Seperti media edukasi, berbagi informasi, juga mengkampanyekan sebuah program atau gerakan. 

Selain keuntungan itu, media sosial juga bisa menjadi ‘neraka’ jika tidak memperhatikan aturan hukum yang terkandung di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU ITE adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. 

Agar terhindar dari jeratan UU ITE, pengguna media sosial harus memahami etika dan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan di media sosial. Menurut Manajer Flock Indonesia, Management Social Media, Mansyur Rahim, pengguna media sosial sebaiknya tetap mematuhi etika hukum sebagai orang Indonesia dan tidak menjelek-jelekan orang atau pihak lain. “Termasuk tidak menjelek-jelekan kota, brand atau kampanye lain,” katanya pada kegiatan bengkel komunikasi berkampanye lewat media sosial di Makassar Sulawesi Selatan, Rabu 25 Februari 2015. 

Selain itu lanjut pria gondrong yang akrab disapa Anchu ini, jangan berlebihan dalam menyebarkan fakta untuk menghindari kesan mendramatisir sesuatu dan hati-hati menyebarkan informasi yang bisa jadi hoax (berita bohong). 

Dia mengatakan pengguna media sosial juga penting untuk hindari menghina atau menjelek-jelekkan orang atau pihak lain. Bila ada keluhan usahakan menggunakan bahasa bersayap atau tidak menyebut langsung orang atau pihak lain. “Hargai juga karya cipta orang lain, jangan copy-paste tanpa izin,” sarannya.

Kemudian, katanya, perhatikan sifat informasi yang disampaikan. Jangan sampai menyampaikan informasi yang bersifat rahasia. “Bila terjadi adu argumen, hadapi dengan kepala dingin. Jangan terpancing emosi,” kata Anchu. 

Hal penting lainnya, lanjut dia, jangan malu mengakui kesalahan. Meminta maaf dan berbesar hati mengakui, jauh lebih baik daripada menghindar dan tidak mengakui kesalahan. “Hati-hati juga salah akun,” tandasnya. 

Menurut pria pemilik akun lelakibugis ini, media sosial bukan diary sehingga harus batasi membagi seputar kehidupan pribadi, terlebih yang sangat pribadi dan sensitif. Ada beberapa hal yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh semua orang, seperti masalah keuangan, bertengkar dengan seseorang, dan pandangan terhadap seseorang. 

Hati-hati bila check in place dan mengupdate status sedang di mana berada. Tanpa disadari, check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat. “Orang yang berniat jahat akan mengetahui di mana kita berada dan dengan siapa kita berada,” jelas Anchu. 

Dia menambahkan, hindari posting atau candaan yang memiliki unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) dan pornografi. Selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. “Kita juga jangan Asal Tag. Dan yang paling penting juga adalah pikirkan baik-baik apa yang kita buat sebelum posting” terang Anchu. 

[Yudha/Alryan]

Related

Ragam 1653403828028139540

Posting Komentar Default Comments

  1. Etika adalah rambu yg akan menuntun kita pada kebaikan bersosial media. Terima kasih atas share pemgetahuannya. Jugs terima kasih untuk BaKTI atas fasilitai belajarnya

    BalasHapus

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item