Penembak Tiga Polisi Bima Kabur ke Poso

  AKBP M. Eka Fathur Rahman Aktualita.info, Mataram – Polisi akhirnya sedikit membuka siapa saja aktor dibalik eksekutor terhadap tiga...

 
Penembak Tiga Polisi Bima Kabur ke Poso
AKBP M. Eka Fathur Rahman

Aktualita.info, Mataram – Polisi akhirnya sedikit membuka siapa saja aktor dibalik eksekutor terhadap tiga Polisi di Bima. Setidaknya ada dua nama sudah dikantongi, tinggal dilakukan penangkapan. Namun sementara ini mereka masih kabur ke Poso. (baca: Komplotan Penembak Misterius Polisi di Bima Teridentifikasi)

Dari dua nama itu, pihak Polda NTB hanya menyebut inisial, yakni J dan F. keduanya dari luar NTB. “Mereka ini aktor sekaligus eksekutor penembakan tiga Polisi di Bima,” kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP M. Eka Fathur Rahman, Rabu 10 Desember 2014.

Peran paling sentral adalah pria berinisial J. Dialah yang merencanakan siapa saja Polisi yang menjadi target penembakan. J juga yang merekrut kader kader baru untuk diajak bergabung pada gerakan radikal itu. “Dia juga yang eksekutor penembak (Kanit Intel Polsek Bolo) Bripka M. Yamin dan Bripda Hanafi (Kaur Narkoba Polres Bima Kota),” beber Eka Fathur Rahman.

Lebih dari itu, J bersama F dicurigai ikut juga sebagai eksekutor penembak Kapolsek Ambalawi Ipda Abdul Salam. Saat hendak dilakukan penangkapan terhadap J dan F, ternyata sudah kabur ke Poso dan hingga kini masih dilakukan pengejaran. “Terakhir kami dapat kabar mereka sudah di Poso. Tapi sampai dimana pun mereka, kami akan kejar,” tegas Eka.

Proses pemburuan ini juga melibatkan tim Densus 88 Mabes Polri. Pihaknya tetap berkoordinasi dan dilibatkan dalam pengejaran, meski ini menjadi domain penuh Densus 88 karena berkaitan dengan terorisme. (baca: Terduga Teroris Diserahkan ke Mabes Polri)

J dan F diketahuinya masih merupakan jaringan kuat teroris pimpinan Santoso yang mengklaim sebagai kelompok Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kelompok ini yang mengklaim akan mendirikan negara dengan keyakinan sendiri, akan kontradiktif dengan aturan perundang – undangan yang merupakan produk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kasubdit III mengulas, J dan F terungkap setelah penangkapan terhadap KH, yang sebelumnya diamankan dalam kasus curanmor di Bima. Dari KH pihanya banyak mendapat catatan penting soal jaringan ini, yang kamudian akan ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara perlahan lahan.

[act-K]

Related

Hukrim 2712974451662609457

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item