Komplotan Penembak Misterius Polisi di Bima Teridentifikasi

  Ilustrasi Aktualita.info, Mataram – Polda NTB setidaknya sudah bisa menyimpulkan, rangkaian penembakan yang terjadi di Kabupaten Bim...

 
Komplotan Penembak Misterius Polisi di Bima Teridentifikasi
Ilustrasi

Aktualita.info, Mataram – Polda NTB setidaknya sudah bisa menyimpulkan, rangkaian penembakan yang terjadi di Kabupaten Bima menimpa tiga polisi disana, mengarah ke gerakan radikal terorisme. Para pelaku hingga kini masih buron. Tapi setidaknya, Polisi sudah mengidentifikasi identitas para pelaku, berkat ditangkapnya KH (37) warga Bolo Kabupaten Bima, yang sudah diserahkan ke Densus 88 Jumat lalu.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP M. Eka Fathur Rahman, SH, SIK mengakui, pelaku penembak tiga polisi sebelumnya, masih jadi PR yang belum terjawab. Misteri siapa penembak Kapolsek Ambalawi, Ipda Abdul Salam, Kaur Narkoba Ipda Hanafi, dan Kanit Intel Polsek Bolo Bripka M. Yamin belum terjawab tuntas. “Ini masih menjadi PR kami di Polda NTB,” kata Eka Fathur Rahman.

Hanya satu satunya yang berhasil ditangkap adalah KH (37), yang awalnya diringkus dalam kasus curanmor. Karena belakangan diketahui, KH menjadi joki saat menembak M. Yamin di jalan lintas Bolo Bima, rekannya menjadi eksekutor. Tapi berkat penangkapan KH, pihaknya mendapat petunjuk baru, melengkapi data dan informasi yang diperoleh sebelumnya.

Atas dasar informasi itu, timnya kini sudah mengantongi nama-nama pelaku penembakan tersebut. Berbekal identitas para pelaku, tinggal mencari tahu keberadaannya, untuk dilakukan penyergapan secepatnya. “Hanya tinggal dilakukan penangkapan,” sebutnya.

Dalam rangkain pencarian komplotan ini, timnya masih di back up Pasukan Brimob dan Densus 88. Pelibatan pasukan khusus Brimob ini untuk menambah kekuatan. Sedangkan pelibatan Densus, karena memang memiliki kewenangan untuk menangani khusus bagian terorismenya.

Sebagai catatan, penembakan beruntun terhadap Polisi di Bima menyebabkan dua polisi tewas, satu diantaranya selamat. Kejadian pertama dialami Ipda Hanafi, yang ditembak dua orang di Jalan Lintas Doro Belo Kecamatan Woha, Jumat 28 Maret 2014 lalu. Banyak pihak sebelumnya mengkait kaitkan penembakan itu dengan sindikat narkoba. Beruntung Hanafi selamat meskipun sempat kritis.

Ketika kasus ini belum terungkap tuntas, muncul peristiwa penembakan Bripka M Yamin Tanggal 2 Juni lalu. Korban terkapar di jalan raya dan tewas sebelum sampai di rumah sakit. Korban penembakan brutal ketiga adalah Abdul Salam Tanggal 16 Agustus lalu di Jalan Lintas saat menuju kantornya ke Mapolsek Ambalawi. Abdul Salam tewas dalam peristiwa ini.

[act-K]

Related

Hukrim 1344992499710788498

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item