Pengakuan Juhaini Dicurigai Dukun Santet

  Juhaini (kacamata, jilbab hitam) dalam kegiatan nalisis gender yang dilaksanakan AIPD Distrik Bima. /yudha Aktualita.info, BIMA – Ju...

 
Juhaini (kacamata, jilbab hitam) dalam kegiatan nalisis gender yang dilaksanakan AIPD Distrik Bima. /yudha

Aktualita.info, BIMA – Juhaini (45 thn), warga Dusun Pasir Putih Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, tidak menyangka dirinya dicurigai dukun santet (baca: Dicurigai Dukun Santet, Rumah Juhaini Diamuk Massa). Selama ini, dia mengaku interaksi dengan warga baik-baik saja dan tidak pernah bermusuhan dengan siapapun.

Meski penjual ikan, Juhaini mengaku selalu aktif dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan di desa dan kecamatan. Bahkan sering diundang mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Australia Indonesia Patnership Desentralisation (AIPD) Distrik Bima. “Saya tidak habis pikir, kenapa saya sampai difitnah dukun santet,” ujar Juhaini kepada Aktualita.info Sabtu malam, 1 November 2014.

Dia menduga, fitnah dukun santet sengaja dialamatkan padanya oleh oknum yang tidak senang, atau merasa tersaingi dengan aktivitas dan perannya sebagai kader dan Community Center Desa Nipa. Yakni forum warga yang bergiat dalam pendampingan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik. Khususnya dibidang pelayanan pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pelayanan kesehatan dasar. “Saya tidak pernah tertutup, saya selalu bersosialisasi dengan masyarakat dan terlibat aktif dengan kegiatan-kegiatan sosial,” kata Juhaini.

Juhaini menceritakan awal mula dicurigai dukun santet. Katanya, seorang warga Dusun Sangiang yang kini masih sakit, Masita, mengelaim jika sakitnya itu diguna-guna oleh dirinya. Untuk membuktikan dugaan tersebut, Juhaini menantang untuk dilakukan sumpah. “Saya bahkan ingin dilakukan sumpah pocong di masjid,” tandas Juhaini.

Namun, katanya sumpah pocong yang dia inginkan tak kunjung dilaksanakan oleh sejumlah pihak yang dianggap bisa memfasilitasinya. Padahal menurutnya cara tersebut bisa membuktikan benar atau salah tuduhan dukun santet itu.

Dia berharap fitnah dukun santet yang dialamatkan pada dirinya bisa diakhiri. Kepolisian, aparat desa, tokoh agama dan masyarakat, diharapkan dapat membantu menyelesaikan fitnah keji itu. “Saya punya anak tiga orang perempuan ingin hidup tenang,” kata Wanita yang ditinggal suami bekerja di Kalimantan itu.

Saat ini Juhaini dan tiga anak perempuannya tinggal sementara di Mapolsek Ambalawi. Dia sementara diamankan aparat Polsek dari kemarahan warga Dusun Sangiang dan Dusun Kalate.

[yudha]

Related

Hukrim 826900573969753196

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item