Awas, Nyamuk Demam Berdarah Mengintai Kita; 2 Warga Dilaporkan Positif DBD

Ilustrasi nyamuk aedes aegepty [akt/google] AKTUALITA.INFO , BIMA-Penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD), r...

Ilustrasi nyamuk aedes aegepty [akt/google]

AKTUALITA.INFO, BIMA-Penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD), rawan muncul di musim penghujan. Bahaya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini selalu mengintai jika tidak diwaspadai.

Langkah antisipasinya berdasarkan imbauan Dinas Kesehatan yakni, menjaga kebersihan lingkungan. Dengan membersihkan sisa-sisa sampah dan sarang nyamuk.

“Kebersihan lingkungan harus tetap dijaga, sehingga tidak memberikan ruang bagi nyamuk bertelur,” Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Rifai SSos MAP.

Dikatakan, pada awal tahun 2020 ada dua Kecamatan Wera yang dilaporkan positif DBD. Saat ini mereka tengah dirawat intensif dan berada dalam penanangan Puskesemas Wera.

“Mereka masih ditangani petugas Puskesmas Wera, tapi laporan terakhir kondisi mereka berangsur membaik,” katanya.

Menurut dia, DBD merupakan salahsatu penyakit yang harus diantisipasi. Karena penyakit ini rawan muncul di musim penghujan, utama di Kabupaten Bima.

Rifai mengatakan, saat musim hujan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan DBD mudah berkembang biak. Untuk itu, warga disarankan membersihkan sisa-sisa sampah dan sarang nyamuk.

Dalam mengantisipasi hal itu, Rifai mengaku pihaknya telah menghimbau seluruh Puskesmas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dengan melibatkan stakeholder lain di tingkat kecamatan, kader kesehatan hingga pemerintah desa.

“Selain itu kita terus galakkan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M) plus. Memberikan abate, fogging dan penyuluhan,” sebutnya.

Selain DBD lanjut Rifai, penyakit yang rawan terjadi saat musim penghujan yakni Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan akibat air hujan yang terinfeksi bakteri air kencing tikus.

“Penyakit diare juga berpotensi muncul, karena terjadi peningkatan warga menggunakan air selama musim penghujan,” tutup Rifai.

[akt.02]

Related

Pemerintahan 1737635397475485710

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item