Bidang Perkebunan Dapat 3 Program dari Dana TP Kementan

Kepala Bidang Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Abdul Hair, S.Hut. [yani] AKTUALI.INFO , Dompu - Bi...

Kepala Bidang Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Abdul Hair, S.Hut. [yani]

AKTUALI.INFO, Dompu - Bidang tanaman perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, untuk tahun anggaran 2017 mendapatkan tiga paket program pembangunan petani, yang bersumber dari dana tugas pembantuan (TP) Kementerian Pertanian.

Saat dihubungi di kantornya, Senin, 6 Februari 2017, Kadis Pertanian dan Perkebunan melalui Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Abdul Hair, S.Hut., menjelaskan tiga paket program atau kegiatan-kegiatan yang didapat dari Kementan yakni kegiatan intensifikasi komoditi kopi seluas 250 hektar.

Kemudian program integrasi jagung yang ditargetkan seluas 15 ribu hektar, dan kegiatan rawat raton tebu kebun bibit datar (KBD) seluas 200 hektar. "Semua anggarannya bersumber dari dana TP Kementerian Pertanian," ujar Dudin, sapaan akrab Abdul Hair, S.Hut.

Menurutnya, kegiatan program integrasi jagung merupakan perpaduan antara komoditi perkebunan dengan komoditi tanaman pangan. Kemudian kaitan dengan program integrasi jagung, memang hal itu mutlak sesuai dengan visi misi daerah, RPJMD, dan program unggulan Bupati yakni Terpijar (Tebu rakyat, Sapi, Jagung, dan Rumput laut). Dimana ketiga program tersebut sedianya dilaksanakan tahun 2017 yang dimulai pada bulan Maret mendatang.

Untuk kelancaran pelaksanaan program yang pertama pra kegiatan sudah dilakukan seperti Calon Petani Calon Lahan (CPCL) terhadap kelompok-kelompok intensifikasi Kopi. Kelompok tersebut adalah kelompok permanen yang ada di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, yang tersebar di dua Dusun dengan jumlah 8 kelompok.

Pra kegiatan lainnya yang sudah terlaksana yakni identifikasi sambil melakukan verifikasi terhadap CPCL pada kegiatan integrasi Jagung dan rawat raton Tebu.

Dudin menuturkan, terkait dengan program intensifikasi, pihaknya tidak boleh bersinggugan satu dengan lainnya. "Kita inikan harus berpadu, mana lahan perkebunan dan mana lahan tanaman pangan. Jadi inilah yang membuat kita kesulitan, namun proses integrasinya inikan jelas".

Output yang diharapkan dari program tersebut, kata Dudin yaitu peningkatan produktivitas dari komoditi yang dimaksud. Artinya seperti kopi, dengan program intensifikasi dimaksud bisa meningkatkan produktivitas. "Begitu juga dengan jagung maupun tebu, tujuan akhirnya sesuai target," jelasnya.

Dudin yakin kegiatan yang akan dilaksanakannya kemudian memang memiliki efek yang bagus terhadap peningkatan produktivitas dari ketiga komoditi. Apalagi kopi misalnya pernah dilaksanakan kegiatan serupa dalam dua tahun terakhir.

Menutup keterangannya, dia berujar, posisi Kabupaten Dompu dalam program dimaksud bertindak sebagai tim teknis yang mengawal kegiatan secara teknis kepada kelompok-kelompok Tani yang menerima kegiatan tersebut.

[yani]

Related

Headline 881330871965163067

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

PENDAFTARAN PPK

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

HUT 22 TAHUN KOTA BIMA

item