Kerap Ribut, ini Pesan Danrem untuk Masyarakat Bima dan Dompu

AKTUALITA.INFO , DOMPU – Komandan Resort Militer 162/Wira Bhakti (Danrem), Kolonel (Inf) Farid Makruf mengaku, baru sekitar 2,5 bulan dirin...

AKTUALITA.INFO, DOMPU – Komandan Resort Militer 162/Wira Bhakti (Danrem), Kolonel (Inf) Farid Makruf mengaku, baru sekitar 2,5 bulan dirinya bertugas di NTB, hampir setiap hari terjadi tindak kekerasan, pemukulan, dan tawuran. Kemudian pengeroyokan, perkelahian antar-kampung, dan demonstrasi yang memblokir jalan. “Ini terjadi terutama untuk masyarakat pulau sumbawa,” katanya saat Safari Ramadan di Kodim 1614 Dompu, Rabu (22/6).

Danrem 162/Wira Bhakti, Kolonel Infanteri Farid Makruf saat diwawancarai
Menurutnya, hal tersebut harus turun tangan bersama semua pihak untuk menyelesaikannya. Dengan begitu, bisa merubah pandangan bahwa masyarakat di Pulau Sumbawa ini seakan-akan tempramen dan amarah. "Ini yang harus kita benahi bersama," ujarnya.

Untuk membenahinya, Danrem menegaskan, bukan hanya tugas pemerintah, TNI maupun Polri. Tetapi tugas bersama semua elemen masyarakat. "Saya mengimbau kepada adik-adik yang suka tawuran, jangan karena persoalan kecil seperti main futsal, terus tiba-tiba memicu kerusuhan 40 sampai 50 orang berkelahi. Nah ini yang kurang bijak. Mari kita belajar bagaimana menyelesaikan persoalan itu dengan bijaksana," terang Danrem.

Danrem mengingatkan, setiap persoalan haus diselesaikan dengan arif. Danrem mencontohkan adanya peran para kiyai yang sangat besar, apalagi di Pulau Sumbawa banyak Pondok Pesantren yang menjadi pusat pendidikan dan dakwah dalam menyampaikan kebaikan dan kebenaran. Kemudian, di Pulau Sumbawa juga mayoritas masyarakatnya muslim. "Mari kita kembali kepada ajaran Islam, yakni sebaiknya menyelesaikan masalah itu dengan damai," ajaknya.

Diakuinya, Provinsi NTB memang masuk dalam pemetaan daerah teroris, terutama di Bima dan Dompu. Masalah itu memang salahsatu Islam Garis Keras atau Igaras, menjadi salah satu perhatian dari di TNI.

Dikisahkannya, dahulu pernah ada putra dari Dompu jadi tertuduh teroris, bahkan terjadi penembakan. Untuk mengatasi masalah, jelasnya, sesama muslim harus saling menurunkan ego masig-masing. Jangan sampai ada golongan menganggap bahwa golongannya yang paling benar, sedangkan yang lain itu salah.

“Kalau hal itu terus dipertahankan, berarti kita tidak bisa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa ini yang hidup dari nilai Kebhinekaan. Kita mengenal istilah harmoni dalam keberagaman," kata Danrem.

Menurutnya, semua agama dan semua suku berhak hidup di Indonesia. Terkait seperti apa dan bagaimana kondisi terakhir dan perkembangan pergerakan Igaras tersebut, sebenarnya yang bisa memberikan penilaian itu adalah Badan Intelijen Negara (BIN). “Tapi menurut saya dari beberapa waktu kehadiran saya disini, saya melihat kasus terorisme itu sudah menurun. Mudah-mudahan ini adalah pertanda bahwa memang gerakan itu sudah tidak ada, sehingga kita butuh kerjasama setiap unsur terutama masyarakat untuk menangkalnya," tutup Danrem. 

[yani]

Related

Ragam 34521315813672082

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item