Selangkah Lagi Penyidik Tetapkan Tersangka Kasus K2 Dompu

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , DOMPU – Penyidik Kepolisian Resort Dompu, Nusa Tenggara Barat, pekan lalu sudah menyita beberapa dokumen terk...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, DOMPU – Penyidik Kepolisian Resort Dompu, Nusa Tenggara Barat, pekan lalu sudah menyita beberapa dokumen terkait perekrutan CPNS Kategoi Dua (K2). Diantaranya dokumen verifikasi K2 dan SK para honorer yang sudah ditetapkan sebagai CPNS sebanyak 390 orang.

"Banyak dokumen yang kami sita terkait K2. Diantaranya dokumen hasil verifikasi dan SK honorer," ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dompu, Ajun Komisaris Polisi Herman, pada Aktualita.info di ruang kerjanya, Rabu (11/5).

Dokumen yang disita tersebut berada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Dompu. Namun model penyitaan dokumen-dokumen tersebut, dititipkan oleh BKD ke Satuan Intelkam. “Di Sat Intelkam itulah dokumen kami ambil,” kata Herman.

Saat ini, lanjutnya, pemeriksaan terhadap saksi ahli dari BKN Regional X Denpasar Bali, akan dilakukan dengan cara menjemput Bola. Pasalnya, pemanggilan dua kali sebelumnya sudah dilayangkan, namun tidak ada jawaban dari BKN.

Herman berujar, setelah pemeriksaan saksi ahli, langsung penetapan tersangka. Artinya, tinggal selangkah lagi penetapan tersangka. “Tinggal menunggu keterangan saksi ahli, baru akan ditentukan tersangka kasus K2," terangnya.

Siapa saja tersangka kasus K2, Herman memberikan sinyal bahwa tersangka K2 yakni pejabat yang ada hubungannya dengan kasus yang sedang diproses. Sementara penghitungan kerugian negara, akan dilakukan setelah penetapan tersangka. "Penetapan TSK tinggal menunggu keterangan saksi ahli," Herman kembali menegaskan pada Aktualita.info.

[yani]

Berita Terkait : Kasus K2 Dompu Diawasi KPK

Related

Hukrim 3956921190566094844

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item