Saat ini Pemkot Bima Masih Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Banjir

Wakil Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin saat pembukaan MTQ Kelurahan Na'e. [hum] AKTUALITA.INFO , Kota Bima - Wakil Wali Kota...

Wakil Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin saat pembukaan MTQ Kelurahan Na'e. [hum]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima - Wakil Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin, mengatakan saat ini Pemerintah Kota Bima masih fokus merehabilitasi dan merekonstruksi sejumlah sarana dan prasarana pasca banjir bandang. Hal itu disampaikan Rahman saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kelurahan Kota Bima di Kelurahan Na’e, Minggu, 19 Maret 2017.

“Saya menyadari banyak pertanyaan dari masyarakat, khususnya mengenai program penataan drainase yang saat ini sedang dilaksanakan. Saya memohon maaf jika masyarakat merasa terganggu dengan proyek ini,” ujarnya.

Rahman mengatakan, penataan drainase dan normalisasi sungai merupakan dua program prioritas yang menjadi arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk mencegah agar banjir tidak terjadi lagi. “Kita sendiri merasakan, sekarang cuaca masih tidak menentu. Tiga hari terakhir hujan turun deras seperti yang terjadi pada bulan Desember saat terjadinya banjir dulu,” ucapnya.

Saat banjir pada Desember 2016 lalu, kata Rahman, terjadi karena aliran air terganggu. Belajar dari pengalaman tersebut. maka perbaikan drainase dan normalisasi sungai sangat mendesak untuk dilaksanakan. “Terkait pengerjaannya yang sementara terhenti, ini karena kita statusnya menunggu anggaran dari pusat,” akunya.

Pemerintah Kota Bima tetap berupaya mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat, agar perbaikan drainase bisa segera dilanjutkan. Harapan ini, Rahman berujar, tidak mudah terpenuhi. 

“Berdasarkan penjelasan Kepala BNPB saat Rakornas Penanggulangan Bencana di Yogyakarta bulan Februari lalu, pada bulan Januari dan Februari 2017 di seluruh daerah di Indonesia terjadi lebih kurang 300 bencana,” ungkapnya.

“Jadi anggaran dari pusat harus dibagi untuk ratusan daerah yang juga membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi. Saya berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat agar pendekatan kita kepada BNPB dapat berjalan lancar dan dimudahkan,” harap Rahman.

Selanjutnya untuk program normalisasi sungai, lanjut dia, masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Diawali dengan pengadaan lahan untuk relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai, kemudian pelaksanaan relokasi.

“Baru setelah itu kita bisa total melaksanakan normalisasi sungai. Saya berharap kondisi ini dapat dipahami oleh semua masyarakat. Kita semua ingin seluruh drainase cepat diperbaiki, seluruh bangunan dan jalan yang rusak bisa dibangun kembali,” jelasnya.

“Namun kembali lagi, kita memiliki banyak keterbatasan terutama dalam hal anggaran. Saat ini kita semua sedang diuji untuk bersabar. Inshaallah Kota Bima akan pulih, namun membutuhkan waktu, perjuangan dan kesabaran kita semua. Untuk itu, mari kita bangun kebersamaan dan perbanyak berdoa. Jangan sampai energi kita justru dihabiskan untuk berselisih dan saling menyalahkan,” Rahman menambahkan.

Ia berharap, kegiatan MTQ Kelurahan bisa menjadi momentum untuk kembali membangun semangat kebersamaan dan niat baik untuk membangun daerah. Ia juga berterimakasih kepada berbagai elemen masyarakat yang membantu menjaga situasi daerah tetap aman.

[dien]

Related

Pemerintahan 3126989410494181862

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item