Penamaan RSUD Dompu dengan Nama Sultan Muhammad Sirajuddin, Syarat Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional

AKTUALITA.INFO , Dompu - Upaya untuk menggolkan Sultan Muhammad Sirajuddin, Raja Dompu ke-XX, Nusa Tenggara Barat, yang memerintah pada t...

AKTUALITA.INFO, Dompu - Upaya untuk menggolkan Sultan Muhammad Sirajuddin, Raja Dompu ke-XX, Nusa Tenggara Barat, yang memerintah pada tahun 1882 - 1934, sebagai pahlawan nasional masih terus dilakukan oleh elemen masyarakat. Salah satunya Yayasan Kesultanan Dompu (YKD).

Wakil Ketua YKD Muhammad Ruslan yang dihubungi Rabu, 15 Februari 2017 mengakui bahwa pihaknya sekitar bulan November tahun lalu telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Dompu agar nama Sultan Muhammad Sirajuddin atau yang dikenal dengan Sultan Manuru Kupa, disematkan pada bangunan monumental. Sebagai salahsatu syarat agar pemerintah pusat menetapkan Sultan Manuru Kupa sebagai Pahlawan Nasional.

Saat itu jelas Dae Olan, sapaan akrab Ruslan, bersama timnya sudah bertemu langsung Bupati Dompu Drs H. Bambang M. Yasin dan meminta hal tersebut segera diproses, dimana sebelumnya bertahun-tahun terkatung-katung. “Selain permohonan penamaan itu, ada 7 permohonan lainnya. Diantaranya pembangunan replika Asi,” ujar Dae Olan.

Terkait dengan permohonan itu, Dae Olan yang juga keturunan Manuru Kupa sepenuhnya menyerahkan kepada pemerintah. Apakah nantinya akan diadakan kegiatan seremoni atas penamaan itu, namun yang paling penting menurutnya pembangunan budaya dan Kesultanan Dompu terwujud.

Sementara Ketua Organisasi Adat Dompu, Majelis Sapaju Dana Dompu (Masadana), Ferry Ramadhan, mengapresiasi respon cepat Bupati. Dia menilai Bupati punya semangat yang sama untuk membangun budaya dan sejarah Dompu. "Alhamdulillah pak Bupati sudah memfollow-up keinginan masyarakat," ujar dia.

Menurut salahseorang cucu Sultan Muhammad Siirajuddin ini, permohonan masyarakat melalui organsasi adat agar nama Sultan Muhammad Sirajuddin atau Manuru Kupa disematkan pada bangunan monumental awalnya terdapat tiga opsi tempat untuk penamaan. Yakni Masjid Raya Baiturrahman, RSUD, dan Paruga Samakai. “Namun yang disepakati adalah RSUD,” katanya.

Ferry menjelaskan, dipilihnya RSUD untuk penamaan Sultan karena memiliki nilai historis, dimana dulunya areal RSUD sekarang adalah tempat peristrahatan Sultan. "Ini adalah upaya revitalisasi budaya dan sejarah Dompu," terang dia.

Sedangkan pembangunan replika Asi direncanakan akan dibangun di Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga dengan luas lahan sekitar 2 hektar. "Dipilihnya Jado karena nilai historis dalam sepak terjang budaya dan sejarah Dompu, dan lahan tersebut sudah ditinjau oleh saya bersama Sekda," akunya.

Selain replika Asi, di atas tanah tersebut akan dibangun museum dan pusat budaya sebagai pusat penelitian.Terkait dengan penamaan RSUD, Ferry berpendapat agar dapat dilaunching pada 11 April mendatang bertepatan dengan hari jadi ke-202 Dompu.

Ferry menyampaikan harapannya kepada seluruh elemen masyarakat yang konsen terhadap adat, budaya dan sejarah seperti Gong 2000, untuk bersama-sama agar gerak laju terhadap kecintaan terhadap daerah bisa bersatu. "Mari kita bersatu dan merapatkan barisan dalam membangun Bumi Nggahi Rawi Pahu," dia mengajak.

Tindaklanjut dan perkembangan terakhir pemohonan dari YKD dimaksud, dijawab oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu, Ardiansyah, SE. Dia menyampaikan sejauh ini dirinya belum mengkonfirmasi langsung kepada Bupati.

Namun diakuinya, memang ada wacana penamaan RSUD Dompu dengan nama Sultan Muhammad Sirajuddin. Selain itu, akan ada perbaikan dan penataan nama-nama jalan dan tempat-tempat strategis lainnya, guna memberikan penghargaan atas jasa para pejuang nasional atau daerah. Dimana hal itu menjadi harapan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah.

Guna mewujudkan hal itu, Ardiansyah mengatakan, pemerintah akan mengkaji secara seksama karena aspirasi dari masyarakat tersebut akan diatur dalam Perda atau sekurang-kurangnya Peraturan Bupati.

“Menurut kami (Pemda) permohonan itu sangat wajar dan kami mengapresiasinya sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa Sultan sebagai pahlawan di negeri Dompu ini. Sebagai tindaklanjutnya, Pemda akan bentuk tim untuk mengkaji lebih mendalam. Selain itu, Pemda juga merencanakan memberi nama para pahlawan pada jalan-jalan yang baru dibangun,” jelas Ardiansyah.

[yani/*]

Related

Sosbud 2005216084563782965

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item