5 Fakta Pelaku Pembunuhan Pelajar Meninggal Karena Sakit Saat Dirawat di RSUD Kota Bima

Aktualita, Bima - ML (25) terduga pelaku pembunuhan pelajar inisial TJ (15) warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, meninggal dun...


Aktualita, Bima - ML (25) terduga pelaku pembunuhan pelajar inisial TJ (15) warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, meninggal dunia karena sakit. ML dilaporkaa setelah mengalami koma dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Bima akibat komplikasi gangguan kesehatan serius.


Berikut Fakta-Faktanya : 


1. Ditangani Sesuai SOP

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Ghufron Subeki S.H., menegaskan bahwa seluruh proses penanganan terhadap terduga pelaku dilakukan secara terbuka, humanis, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penahanan.

Sebelumnya, kolaborasi apik antara Satreskrim Polres Bima Kabupaten dan Polsek Bolo berhasil mengungkap misteri penemuan mayat korban TJ di ladang kacang kedelai, Desa Rasabou, pada Senin (18/5/2026) pagi.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, tim gabungan mengendus keberadaan terduga pelaku ML yang tengah bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga. Tepat pada pukul 12.00 WITA di hari yang sama, petugas melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan ML tanpa perlawanan.

"Dari hasil interogasi awal, ML mengakui perbuatannya sebelum akhirnya digelandang ke Mapolres Bima Kabupaten untuk diproses hukum lebih lanjut," katanya

2. Mengalami Sakit di Tahanan dan Dilarikan ke RSUD Kota Bima

Dalam proses penahanan dan pemeriksaan intensif, kondisi fisik terduga pelaku ML mendadak menurun. Pada Jumat malam sekitar pukul 19.41 WITA, petugas mendapati ML dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam ruang tahanan Polres Bima.

Melihat kondisi darurat itu, petugas jaga bersama tim Dokkes langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi ML ke Ruang Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bima untuk mendapatkan pertolongan medis segera. Sesampainya di IGD, ML langsung diterima oleh dokter jaga dan dilakukan observasi ketat sebelum akhirnya dikonsultasikan secara spesifik kepada Dokter Spesialis Penyakit Dalam guna penanganan kritis.

3. Hasil Diagnosis Komprehensif, Intoksikasi Napza dan Pneumonia Akibat Sabu

Keterangan resmi dari dr. Shirley O., Sp.B., M.Ked.Klin. yang terakhir menangani pasien di ruang perawatan, ML diterima pihak rumah sakit dalam kondisi koma (tidak sadarkan diri) sehingga harus langsung dipasangkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Dari hasil pemeriksaan klinis dan diagnosis tim dokter spesialis, kondisi penurunan kesadaran yang dialami oleh ML disebabkan oleh sindrom putus zat ekstrem atau intoksikasi Napza berat. Pihak medis mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan pengguna aktif narkoba jenis sabu. Kondisi psikologis dan fisik yang tidak stabil akibat zat tersebut juga memicu risiko tinggi bagi pasien untuk menyakiti diri sendiri.

Hal ini berdasarkan hasil observasi dan diagnosis klinis tertulis dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Adhika Tri Putra Sugiaharta yang pertama kali menangani pasien, menyatakan penyebab utamanya adalah Suspek Intoksikasi Napza, kondisi dimana seseorang diduga kuat mengalami keracunan atau teler akibat penggunaan zat psikoaktif (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya). Hal ini memicu gangguan fungsi tubuh, kesadaran, dan perilaku bahwa pasien juga mengalami infeksi paru-paru akut (Pneumonia). 

Tim medis menegaskan adanya korelasi klinis yang sangat kuat bahwa infeksi pernapasan berat tersebut merupakan dampak langsung dari riwayat konsumsi zat metamfetamin (sabu) secara aktif oleh pasien. Kombinasi intoksikasi berat dan gagal napas akibat infeksi ini memperburuk kondisi fisik pasien secara drastis.

Nahas, meski tim medis RSUD Kota Bima telah melakukan upaya maksimal, nyawa ML tidak dapat tertolong. Terduga pelaku dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi, 25 Mei 2026, sekira pukul 07.32 WITA.

4. Polres Bima Tanggung Biaya Rumah Sakit Demi Transparansi

Ada dimensi kemanusiaan sekaligus ketegasan hukum dalam penanganan pasca-meninggalnya pelaku. Pihak keluarga terduga pelaku ML sebenarnya telah menyatakan menerima dengan ikhlas kematian ML. Pihak keluarga bahkan sempat meminta agar tidak dilakukan autopsi maupun pemeriksaan medis lebih lanjut karena kekhawatiran terkait beban biaya rumah sakit yang besar.

Namun, demi menjunjung tinggi transparansi hukum, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, Kapolres Bima mengambil kebijakan tegas untuk tetap melanjutkan pemeriksaan medis secara menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kematian pelaku. Seluruh biaya penanganan medis dan administrasi RSUD Kota Bima akhirnya ditanggung sepenuhnya oleh pihak Polres Bima.

"Pihak keluarga pelaku sebenarnya sudah ikhlas dan awalnya keberatan dilakukan diagnosis lanjutan karena faktor biaya rumah sakit. Namun, demi transparansi hukum agar tidak ada isu miring atau spekulasi liar di tengah masyarakat, Polres Bima secara sukarela menanggung seluruh biaya rumah sakit tersebut. Kami ingin memastikan bahwa penanganan tahanan dilakukan secara terbuka, objektif, dan sesuai prosedur medis yang sah," tegas Ghufron. 

5. Surat Pernyataan Resmi Keluarga Akui Prosedur Polri

Pihak keluarga ML yang diwakili oleh paman dan saudara kandungnya secara sukarela telah membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Resmi di hadapan petugas. Dalam surat pernyataan tersebut, pihak keluarga menegaskan beberapa poin krusial, antara lain:

1. Penyebab Kematian Medis: Pihak keluarga menyatakan dan menerima fakta medis bahwa ML meninggal dunia di RSUD Kota Bima diakibatkan oleh intoksikasi Napza.

2. Kepatuhan Prosedur (SOP): Pihak keluarga memberikan kesaksian bahwa Polres Bima telah melakukan perawatan dan penanganan terhadap tahanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

3. Bantuan Kemanusiaan Polres Bima: Pihak keluarga menyatakan sangat terbantu karena Polres Bima membantu membiayai seluruh perawatan di RSUD Kota Bima.

4. Keikhlasan Keluarga: Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan meninggalnya pelaku secara lahir dan batin.

Saat ini, jenazah ML telah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dipulangkan dan dimakamkan secara layak di kampung halamannya pada Senin (25/06/2026) sekitar Pukul 13.20 Wita.

Related

Headline 7198251946701863985

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Comments

Recent

item