Tahun ini, Pemkab Bima Prioritaskan Pengembangan Enam Destinasi Wisata

Ilustrasi Pantai Torombala, salahsatu destinasi wisata di Bima. AKTUALITA.INFO , Bima – Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bima akan me...

Ilustrasi Pantai Torombala, salahsatu destinasi wisata di Bima.

AKTUALITA.INFO, Bima – Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bima akan memprioritaskan pengembangan enam destinasi wisata. Bahkan destinasi wisata tersebut telah disusun Rencana Induk Pengembangan Daerah (RIPDA).

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, H. Muzakir M.Sc., mengatakan beberapa potensi wisata di Kabupaten Bima mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Dengan desain besar konsep Saleh Moyo dan Tambora (SAMOTA) subdesain Sangiang Komodo Sape (SAKOSA) dan Teluk Waworada.

“Konsep ini kita tawarkan ke pemerintah pusat dan direspon dengan baik,” kata Muzakir saat penyerahan bantuan pengembangan homestay wisata kuliner dan wisata buatan dari Kementrian PDT dan Transmigrasi pada destinasi prioritas pengembangan wisata Kabupaten Bima, di kantor eks Dikbupora Kabupaten Bima, Kamis, 18 Januari 2018.

Menurutnya, enam destinasi wisata yang masuk dalam RIPDA tersebut antara lain Tambora yang ditetapkan sudah Geopark oleh UNESCO, belum lama ini. Madapangga dan Donggo (Mandopart), Lewa Mori sepanjang teluk Bima. “Kemudian Bombo Roi, Sape Lambu dan Wawo (SALAWA) dan Teluk Waworada,” katanya.

Selain itu, pada tahun yang sama, Pemkab Bima mendapat sinyal yang baik dari pemerintah pusat dalam mengembangkan agrowisata. Lokasinya akan dipusatkan di Kecamatan Langgudu. “Di Lokasi ini kita awali dengan penanaman pohon mangrove,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd., mengaku potensi pariwisata di Kabupaten Bima sangat banyak dan beragam. Katanya, pariwisata merupakan salahsatu sektor yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah. “Selain sektor kesehatan, pendidikan dan infrastrukur, pariwisata merupakan salahsatu program prioritas yang akan dikembangkan,” katanya.

Meski demikian dengan banyaknya potensi wisata tersebut, namun semuanya belum digali. Hal tersebut lebih disebabkan sumberdaya manusia yang masih stagnan, sehingga mempegaruhi pengembangannya.

“Belum lagi ada kendala sarana dan prasarana penunjang yang belum memadai, kebersihan dan keamanan. Saya kira indikator ini yang penting dalam mengembangkan wisata,” jelas Dahlan.

[aktualita.04]

Related

Pemerintahan 7579947968173497900

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item