Menuju Kursi Pimpinan Dewan, Murni Dipilih, Maman Terpental

Ketua dan Pengurus DPD PAN Kabupaten Bima    (foto: yudha ) Aktualita.info, BIMA – Calon anggota DPRD Kabupaten Bima yang meraih sua...


Menuju Kursi Pimpinan Dewan, Murni Dipilih, Maman Terpental
Ketua dan Pengurus DPD PAN Kabupaten Bima    (foto: yudha)

Aktualita.info, BIMA – Calon anggota DPRD Kabupaten Bima yang meraih suara terbanyak pada Pemilu Legislatif Juli 2014 lalu, Muhammad Aminurllah SE, dari Partai Amanat Nasional (PAN), harus melepaskan impiannya menduduki kursi Pimpinan Dewan.

Meski beberapa hari lalu mengantungi SK Nomor 32 tentang Pengesahan Calon Pimpinan Dewan dari DPP PAN, namun langkah pria yang akrab disapa Maman itu, tidak lantas mulus menuju ‘singgasana’ pimpinan legislatif nantinya.

Maman terpental dengan terbitnya SK Nomor 58 tentang perubahan pengesahan Calon Pimpinan Dewan. Dalam SK itu, Murni Suciyati disahkan sebagai calon Pimpinan Dewan, menggantikan Maman. “Perubahan ini secara kepartaian kami sudah sepakat dan menyosialisasikan pada seluruh wilayah dan kader PAN Bima,” terang Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bima, M. Natsir, S.Sos di DPRD Kabupaten Bima, Selasa (2/9).

Kenapa SK berubah, menurut Natsir, tentu ada pertimbangan tertentu. Hanya saja, ranahnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang bisa menjelaskannya. “Kami tidak bisa berandai-andai karena kami hanya bisa menerima dan melaksanakan. Kami di DPD PAN Bima wajib tunduk dan melaksanakannya,” katanya.

Bagi DPD PAN Bima, perubahan SK pengesahan calon Pimpinan Dewan tidak menjadi masalah. PAN tetap solid. “Rapat DPD PAN kemarin, seluruhnya mengamini Murni Suciyati disahkan sebagai calon Pimpinan Dewan,” jelas Natsir yang didampingi sejumlah pengurus dan Ketua DPD PAN Bima, Adi Mahyudi, SE.

Muhammad Aminurllah, SE yang dihubungi Aktualita.info menyerahkan semua itu kepada partai. Meski masih tidak mengerti dengan perubahan SK tersebut, namun sebagai kader PAN kepentingan partai adalah yang terutama. “Saya serahkan semuanya pada partai,” ujanya melalui telepon seluler, Selasa (2/9).

[yudha]

Related

Politik 5819064108218184217

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item