Soal Aksi Protes 390 CPNS, Humas: Pemkab Memahami Kekecewaan CPNS

Sejumlah CPNS K2 sedang istirahat karena kelelahan di bawah tenda yang didirikan di depan Pendopo Bupati. AKTUALITA.INFO , Dompu –...

Sejumlah CPNS K2 sedang istirahat karena kelelahan di bawah tenda yang didirikan di depan Pendopo Bupati.
AKTUALITA.INFO, Dompu – Ratusan CPNS Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang diangkat dari jalur Honorer Kategori Dua (K2) hingga Sabtu siang, 24 September 2016, masih bertahan di depan Pendopo Bupati Dompu. Di bawah lindungan tenda (kemah) yang mereka dirikan sejak Jumat malam, 23 September 2016.

Baca juga: Tolak Pembatalan SK 134, Ratusan CPNS K2 Kemah di Depan Pendopo Bupati Dompu

Pemerintah Kabupaten Dompu mengaku sangat memahami suasana batin yang dirasakan para pencari keadilan tersebut. Sehingga aksi mereka dinilai wajar, karena menyangkut nasibnya sebagai abdi negara yang dibatalkan BKN.

"Kami prihatin dan sangat memahaminya. Aksi mereka adalah bentuk kekecewaan, dan merupakan hak mereka untuk menuntut, sehingga kami tidak bisa melarangnya," jelas Pemkab Dompu melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda, Abdul Sahid SH, Sabtu sore, 24 September 2016.

Sahid yang dihubungi melalui telepon seluler menegaskan, pada prinsipnya pemerintah daerah tidak bisa membatasi atau melarang aksi dan tuntutan ratusan CPNS itu di depan Pendopo Bupati. Hanya saja, yang terpenting bagi pemerintah tidak melakukan tindakan-tindakan negatif. "Pak Bupati sebelum menghadiri acara di DPRD tadi malam (Jumat, 23/09/2016), sudah menemui mereka. Meminta agar menjaga kondusifitas aksi, tidak melakukan hal-hal yang tidak baik," pungkasnya.

Ada yang menarik dari aksi penolakan mereka terhadap keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang membatalkan SK 134 CPNS tersebut. Mereka memperingatkan melalui pamflet jika BKN bersikukuh membatalkan status CPNS 134 orang.

Pantauan aktualita.info di tempat perkemahan para calon Aparatur Sipil Negara itu, terlihat beberapa pamflet yang mengandung peringatan. Diantaranya, menggambarkan perjuangan mereka yang tidak akan berakhir sampai pihak yang mengeluarkan pembatalan SK 134, dicabut kembali.

Peringatan terhadap pembatalan SK 134 juga dipajang dalam bentuk pamflet lainnya. Mereka sepakat untuk terus berjuang menuntut keadilan.

[Tim]

Related

Headline 5972165654240031072

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item