Tabung Elpiji Meledak, Ruko di Ambalawi Terbakar, Suami-Istri Alami Luka Bakar Serius

Tumpukan tabung elpiji 3 kg yang meledak hingga membakar Ruko milik Haji Arsadin. [akt/ist] AKTUALITA.INFO , BIMA-Rumah dan toko (Ruk...

Tumpukan tabung elpiji 3 kg yang meledak hingga membakar Ruko milik Haji Arsadin. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, BIMA-Rumah dan toko (Ruko) penjual liquified petroleum gas (LPG atau elpiji) di Desa Rite Kecaman Ambawali Kabupaten Bima terbakar, Minggu dini hari (19/1). Akibatnya, pemilik Ruko Haji Arsaidin (65 thn) dan istrinya mengalami luka bakar yang cukup serius.

Kapolres Bima Kota AKBP haryo Tejo melalui Kasubbag Humas AKP Hasnun mengatakan, selain menyebabkan pemiliknya mengalami luka bakar, ledakan elpiji tabung 3 kilogram tersebut juga membakar bangunan Ruko dua lantai beserta isinya. Kejadian itu sekitar pukul 01.30 Wita.

Hasnun mengkapkan, saat kejadian Haji Arsaidin dan istrinya sedang tidur di lantai dua. Mendengar ledakan tabung elpiji dan membakar Rukonya, pensiunan PNS dan istri ke luar dari Ruko dengan cara menerobos api.

“Akibatnya, dia dan istrinya mengalami luka bakar yang cukup serius di sekitar tubuh. Oleh warga mereka dapat ditolong dan dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan medis,” katanya.

Hasnun menuturkan, kebakaran itu diketahui setelah warga sekitar mendengar bunyi ledakan keras sebanyak dua kali. Ledakan tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan berhamburan ke luar rumah.

Sumber ledakan lanjut dia, berasal dari Ruko milik korban. Saat itu warga melihat api sudah membesar. “Ledakan itu juga membuat pintu Ruko terpental beberapa meter. Dan menjebol dinding rumah panggung tetangga yang ada di seberang jalan. Beberapa bekas pintu yang lain juga ikut terpental,” jelas Hasnun.

Mendengar ledakan tabung elpiji, korban suami-istri pemilik Ruko yang sedang istirahat malam turun dari lantai dua. Mereka ke luar melalui pintu depan lantai satu dengan menerobos api. “Untungnya, korban dapat ditolong dan dibawa langsung ke rumah sakit karena menderita luka bakar,” imbuh dia.

Masyarakat sekitar kata Hasnun, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, tak berhasil. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita, setelah petugas pemadam kebakaran turun lokasi. “Akibat kebakaran itu kerugian materil diperkirakan sekitar Rp120 juta,” sebutnya.


Hasnun menambahkan, peristiwa itu diduga terjadi akibat adanya kebocoran gas tabung elpiji. Kemudian diduga disambar aliran listrik dari barang-barang elektronik berupa kulkas yang ada di lantai satu Ruko tersebut.

Ruko tersebut berlantai dua, di mana banyak barang dagangan lain dan tabung elpiji berada di lantai satu. Ruko menggunakan pintu rolling door dengan rangka besi” pungkas Hasnun.

[akt.01]

Related

Hukrim 1404896471138635396

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item